Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kemensos Dorong Bupati dan Wali Kota Jadi Pembina Taruna Siaga Bencana

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30575.jpg

    SUMEDANG-Kementerian Sosial RI (Kemensos) mendorong Bupati dan Wali Kota menjadi Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar dapat menjadi pelopor dan mengajak masyarakat peduli bencana.

    Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mencontohkan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan sebagai pembina kehormatan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Wilayah dan anggota komisi VIII DPR RI Lilis Santika sebagai pembina kehormatan TAGANA.

    Pembina TAGANA wilayah yang diemban Erwan sebagai kepala daerah bertugas untuk meningkatkan pengendalian TAGANA dan dukungan anggaran APBD. Sedangkan, Pembina kerhormatan yang disematkan kepada Lilis Santika Anggota Komisi VIII mempunyai wilayah tugas seluruh Indonesia. 

    "Pembina Kehormatan juga bertugas memberikan dukungan dan memperjuangkan anggaran penanggulangan bencana alam di DPR RI," katanya kepada wartawan di Desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang, Minggu (4/11/2018).

    Harry menjelaskan Tagana merupakan relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial.

    Sebagai Pembina Tagana, diharapkan para kepala daerah dapat menjadi yang pelopor dalam mempelopori kesiapsiagaan menghadapi bencana. "Lebih dari itu mereka diharapkan dapat menyiapkan anggaran untuk upaya mitigasi dan penanggulangan di daerahnya,” katanya.

    Dirjen mengungkapkan peran Kementerian Sosial dalam penanggulangan bencana mencakup 3 hal besar.

    Tiga hal itu yakni, Penguatan Kapasitas Sosial yang dilakukan pada tahap sebelum terjadi bencana, Asistensi Sosial, pada saat terjadi bencana, serta Pemulihan Sosial, pada tahap lanjut setelah bencana terjadi.

    Pada Tahap Penguatan Kapasitas Sosial, Kemensos (1) membangun Sistem Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial; (2) menyiapkan sarana dan prasana pendukung; (3) mengembangkan kapasitas SDM Tagana dan relawan sosial; (4) membentuk Kampung Siaga Bencana; (5) membentuk Forum Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal; (6) sosialisasi, simulasi, dan gladi lapangan.

    Adapun, Pada Tahap Asistensi Sosial, Kemensos melakukan: (1) mengerahkan Tagana dan relawan sosial lainnya untuk melakukan evakuasi dan asesmen; (2) menyalurkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan) dan penanganan khusus bagi kelompok rentan; (3) melakukan advokasi sosial dan layanan dukungan psikososial.

    "Selanjutnya pada Tahap Pemulihan Sosial, Kemensos melakukan: (1) pemberian bantuan pemulihan berupa santunan sosial, jaminan hidup, dan bantuan stimulan lainnya; (2) advokasi dan layanan dukungan psikososial, dan; (3) melaksanakan rujukan," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus