Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jawa Barat Hadiri Retreat Pangan di Kementrian Pertanian

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/membaca6.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri Rapat Retreat Pangan di Auditorium Kantor Kementrian Pertanian, Jl Harsono RM No.3 Ragunan Jakarta Selatan, Senin (19/9) pagi. Acara tersebut dihadiri Menko Perekonomian, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Tuan Rumah Menteri Pertanian. Menurut Heryawan agenda utama yang dibahas pada Retreat tersebut, yakni; Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) menuju surplus beras 10 juta ton. “Para Gubernur diminta segera menyusun roadmap P2BN dengan para Bupati/Walikota di propinsinya masing-masing,” ungkapnya.
     
    Dalam rapat tersebut muncul banyak usulan terkait tambahan dana untuk cadangan pangan sebesar Rp 3 triliun. Usulan tersebut datang dari 9 Gubernur dan dari Menteri Pertanian langsung. Sembilan gubernur tersebut dari wilayah sentra pangan.  “Menurut saya itu wajar dan bisa kita sinergikan,” kata Hatta usai rapat. Menurutnya, seluruh Gubernur yang hadir dalam rapat tersebut menyanggupi daerahnya masing-masing untuk menyediakan surplus beras sepuluh juta ton pada 2015. Asalkan, ada sejumlah dana tambahan dan penyelesaian masalah konversi lahan.
     
    Menurut perkiraan peserta Retreat, dana sebesar Rp 3 triliun yang dianggarkan tahun 2011 ini dirasa kurang untuk pencapaian target 10 juta ton beras sehingga dana tambahan diusulkan. "Pemerintah juga sudah menyalurkan ganti rugi gagal panen sebesar Rp 300 miliar dengan perincian Rp2,6 juta per hektare," ujar Hatta. Jika permintaan tambahan dana dikabulkan dewan, maka dana kontijensi pangan menjadi Rp 6 triliun.
     
    Dana tersebut digunakan untuk stabilisasi harga pangan dan bantuan untuk petani. Namun, lanjutnya dana tersebut ternyata masih kurang sehingga perlu penambahan. Dalam hal bantuan untuk petani, Hatta menemukan kondisi yang berbeda-beda di beberapa daerah. Daerah Jawa Barat, misalnya, lebih menginginkan tambahan bantuan traktor. Sedangkan daerah yang rawan kekeringan seperti Jawa Timur, lebih menginginkan penambahan embung dan waduk.

    Pada 2010 lalu, untuk mengatasi perubahan iklim, pemerintah mengalokasikan dana kontijensi pangan Rp 3 triliun yang terdiri dari dana stabilisasi harga pangan sebesar Rp1 triliun dan Rp 2 triliun untuk antisipasi cuaca ekstrem dan biaya ketahanan pangan termasuk di dalamnya ganti rugi gagal panen petani. Sementara itu Sekjen Kementerian Pertanian Harry Priyono mengatakan usulan dana ini baru akan direalisasikan tahun depan untuk menambah dana kontijensi tahun ini. "Tahun ini saja kan Rp 3 triliun baru tersalurkan Rp394 miliar, jadi itu akan diusulkan di RAPBN tahun 2012," kata dia.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus