Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Audience Guru, Bupati Sukabumi "Ketika Allah menjanjikan semua akan menjadi mungkin"

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30842.jpg

    KABSUKABUMI-Sejumlah Guru Honor yang tergabung dalam  Forum Honorer dan Tenaga Pendidik Kategori Dua menemui Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami di Pendopo Sukabumi Jalan Achmad Yani kota Sukabumi, Senin (26/11)
     
    Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi dan memohon informasi kepada Bupati Sukabumi terkait dengan Legalitas guru honor kategori dua (K2), Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) serta Kebijakan Program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
     
    Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi Dadi Susila yang turut hadir mendampingi Bupati Sukabumi menjelaskan bahwa pada saat BKPSDM Masih memiliki nama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berupaya mengusulkan 2011 orang K2  dengam rincian tenaga pendidik dan kependidikan 1480 orang, Tenaga kesehatan 88 orang, Tenaga penyuluh 34 orang, Tenaga administrasi atau teknis lainnya 409 Orang.

    "Yang diusulkan bukan hanya tenaga pendidik tapi semua tenaga K2 telah diusulkan ke BKN dan itu tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurang, upaya pemda kabupaten sukabumi Pada saat diumumkan CPNS seluruh indonesia  dengan kategori usia dibawah 35 tahun, pak bupati  sudah berbuat dengan mengirim surat pada tanggal 21 September 2018, yang intinya  agar para tenaga honorer Eks K2 bisa diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja P3K secara langsung tanpa melalui Seleksi sesuai formasi yang di butuhkan jadi jangan menganggap pak bupati diam diam saja, BKPSDM diam saja," jelasnya.

    Sementara Itu, Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami dalam arahannya menyampaikan bahwa secara pribadi dirinya bisa merasakan apa yang menjadi keluhan dan harapan dari rekan rekan para guru mengingat keluarga istri (Hj. Yani Jatnika Marwan) dari H.Marwan Hamami  hampir semua memiliki propesi sebagai guru. 

    Bupati Sukabumi mengaku dalam menyikapi hal seperti ini menjadi sebuah pilihan yang sulit, karen jika dirinya mengambil langkah yang tidak sesuai dengan aturan pusat maka dirinya akan berbenturan dengan  aturan dan regulasi yang telah ditetapkan.

    "Tentunya selaku pimpinan daerah ini seperti buah simalakama, jika regulasi didaerah tidak mengikuti pusat mungkin besok lusa bupati akan kena masalah, namun jika mengikuti kebijakan pusat juga tenaga pengajar di Kabupaten Sukabumi perlu mendapat perhatian, Itulah konsekuensi hari ini, tapi tidak menutup satu keyakinan bagi saya untuk berbuat dan berupaya, mudah - mudahan saja ketika kita meyakini sesuatu yang tidak mungkin ketika Allah menjanjikan akan menjadi mungkin dan ada perubahan,  hanya tinggal nunggu waktu," jelasnya. 

    Bupati menerangkan bahwa pada saat dirinya mengikuti rapat terakhir bersama menteri pemberdayaan aparatur  negara dan reformasi birokrasi, pihak menpan menyatakan akan ada perubahan secepatnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus