Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Emil Akan Buka Pintu Gedung Sate dan Pakuan, Tampung Aspirasi Warga

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31083.jpg

    BANDUNG—Per Januari mendatang, Gubernur Jabar Ridwan Kamil berencana menggelar program rutin mendengar langsung aspirasi warga.

    Gubernur Ridwan Kamil mengatakan dia menyiapkan program Tepas Jabar atau Temu Pemimpin untuk Aspirasi Jabar yang akan digelar dalam seminggu sekali. “Jadi saya seminggu sekali akan mendengarkan curhat warga mereka boleh datang ke Gedung Sate atau ke Gedung Pakuan difasilitasi humas,” katanya, Selasa (18/12/2018).

    Namun temu warga dengan dirinya tersebut akan dibalut dengan tema yang terarah. Dia memisalkan pada minggu pertama akan membahas curhatan warga soal infrastruktur, dan tema yang berbeda pada pekan berikutnya.

    “Nanti saya panggil dinas sesuai dengan tema curhatannya. Ini untuk menunjukkan kedekatan pemimpin dengan warga secara fisik tidak hanya secara digital,” tuturnya.

    Rencananya warga yang hadir pun akan dipilih dan menempuh prosedur khusus yang dirancang humas. Dia juga mengaku kemungkinan bisa saja ada undian jika animo warga yang datang tinggi. Namun dia memastikan peserta acara ini harus dibatasi. “Warga dipilih dan ada prosedur yang harus disiapkan. Kalau banyak ya diundi atau bagaimana karena gak bisa terlalu banyak juga,” katanya.

    Saat ditanya kenapa tidak memilih blusukan sebagai pola komunikasi langsung dengan warga, dirinya berkilah ingin menjadikan kantor pemerintahan dan rumah dinas sebagai ruang yang bisa diakses publik.

    “Kadang kan mereka ingin melihat Gedung Sate-nya, ke Pakuan. Nanti  difasilitasi transportasinya oleh tim. Karena saya kan tidak setiap minggu berada di kota yang saya mau dengan segala aktivitas. Sebenarnya cukup digital tapi ingin memenuhi kerinduan secara fisik,” paparnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus