Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jelang Nataru Kepokmas di Bandung Normal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31103.jpg

    BANDUNG-Untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) stabil dan aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemerintah Kota Bandung, hari ini Selasa (18/12) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Anyar, Kecamatan Astana Anyar Kelurahan Panjunan.

    Sidak ke Pasar Asnyar langsung dilakukan Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana yang didampingi Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Elly Wasliah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Eric M. Attauriq dan Satgas Pangan Kota Bandung, Mochammad Rifai.

    Selain melakukan dialog dengan para pedagang, dalam sidak tersebut Wakil Walikota Bandung menyaksikan pengujian sejumlah bahan pangan seperti daging sapi, daging ayam, sayuran, dan ikan layak konsumsi.

    Menurut Yana, sidak ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah bersama jajaran kepolisian dan dinas terkait untuk memastikan apa yang dibeli masyarakat Bandung di pasar-pasar tradisional layak, aman, nyaman dan halal untuk dikonsumsi.

    "Kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang mengkonsumsinya, karenanya kita ingin lihat kepokmas yang di jual di pasar-pasar," ucapnya.

    Yana juga mengatakan, berdasarkan pantauan, harga-harga sejumlah kepokmas masih relatif normal meski terjadi fluktuatif, seperti daging ayam, masih dijual dengan harga kisaran Rp.35.000- Rp.38.000 per kilogramnya.

    "Harga ada yang fluktuatif, tapi masih diambang normal, contohnya daging ayam masih kisaran Rp38.000, kalau sudah Rp40.000 itu nggak wajar," katanya. 

    Yana menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum berencana untuk  melakukan operasi pasar karena harga-harga kepokmas masih berada dalam harga yang wajar termasuk kecukupan ketersediaan bahan pangan yang ada.

    "Kalau harga pangan sudah diambang tidak wajar maka akan ada operasi pasar yang penting rutin cek harga, sehingga tidak ada yang dirugikan" ujarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus