Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    SMK Negeri 4 Bandung Dirikan Technopark

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31351.jpg

    BANDUNG-Dalam merealisasikan program pemerintah untuk melakukan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), SMK Negeri 4 Bandung mendirikan technopark yang bertujuan untuk melakukan pembinaan dan mewadahi minat para siswa maupun alumni menjadi wirausaha baru. 

    Direktur Penanggung Jawab Technopark SMK Negeri 4 Bandung, Agus Muslihin mengatakan, salah satu program pemerintah dalam rangka revitalisasi SMK, implementasinya adalah technopark dan program teaching factory. 

    "Technopark membidangi event dan inkubasi, programnya disebut dengan pembinaan start up,” ujar Agus, di SMK Negeri 4 Bandung, Jalan Kliningan No.6, Turangga, Kamis (10/1/2019).

    Menurut Agus, dalam program ini siswa dan alumni yang memiliki gagasan atau ide berwirausaha akan dibina melalui pelatihan-pelatihan yang ada dengan tujuan agar para siswa dan alumni siap menjadi start up. 

    “Oleh pemerintah kemarin itu dikasih modal untuk bisa memulai usaha sesuai dengan minat, bakat, ide, dan visi siswa tersebut, agar bisa menjadi start up melalui pelatihan yang diselengggarakan Technopark,” ucapnya. 

    Agus menyatakan, karena technopark di SMK Negeri 4 merupakan hal baru, maka perlu adanya pendampingan dari technopark  yang sudah lama berdiri, seperti dari Bandung Technopark yang ada di Telkom University.

    Agus menambahkan, produk yang dihasilkan technopark tidak hanya berupa barang tetapi juga jasa, selain untuk menghasilkan start up, technopark pun bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa, salah satunya dengan adanya pelatihan Revolusioner Keterampilan Berbahasa Inggris Metode Revolt yang cepat dan praktis pada awal 2019 yang fiikuti oleh siswa dan guru.

    “Pelatihan bahasa inggris ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama antara SMK Negeri 4 Bandung dengan lembaga pelatihan bahasa inggris menggunakan metode berbeda dengan pembelajaran di kelas dan hasilnya banyak peserta yang sudah bisa berkomunikasi di depan umum," tuturnya (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus