Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bank BJB Syariah Siap Terima Setoran BPIH Mulai 2019

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31576.jpg

    BANDUNG-Tahun ini Bank BJB Syariah  atau BJBS mendapatkan kepercayaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan lbadah Haji (BPS-BPIH). Atas hal tersebut BJBS pada tahun 2019 ini berkomitmen untuk menargetkan sebesar 5.000 (lima ribu) jamaah yang mendaftar.

    Direktur Utama bank bjb syariah Indra Falatehan mengatakan BJBS terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada calon jemaah haji melalui kemudahan layanan di seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten. 

    "Melalui strategi aliansi dengan bank bjb khususnya untuk produk tabungan haji seluruh warga jawa barat dan banten dapat dengan mudah membuka dan mendafiarkan menjadi calon jemaah haji di berbagai jaringan kantor bank bjb. Hal ini juga sejalan dengan spirit yang ditentukan oleh BPKH dalam peningkatan bisnis perbankan syariah dan perbankan nasional terutama dalam Layanan Haji," ujar Indra di Kota Baru Parahyangan, Jumat (25/1).

    Selain itu Indra mengatakan di Jawa Barat ini masih banyak potensi yang cukup besar untuk wisata umroh, dengan telah mulai dibukanya pemberangkatan dari Bandar Udara Kertajati, diharapkan BJBS dapat memfasilitasi kegiatan ibadah umroh di Jawa Barat ini melalui kerjasama dengan KBlH-KBIH yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat, sehingga dapat menggerakkan perekonomian regional Jawa Barat untuk tumbuh lebih besar lagi. 

    Iskandar Zulkarnaen, dari BPKH menambahkan kedepannya BJBS tidak hanya menjadi bank penerima namun juga harus menjadi bank penembakan dana haji, melihat potensi yang sangat tinggi di wilayah Jawa Barat. Ia mengatakan dana kelolaan haji saat ini mencapai Rp113 triliun dengan jemaah antrian mencapai 4 jutaan orang.

    Menurutnya biaya penyelenggaraan ibadah haji totalnya mencapai Rp70 juta perorang, tetapi jemaah hanya perlu menyetorkan sekutar Rp35-36 juta saja karena kekurangannya ditutup dari nilai manfaat dana kelolaan haji.

    Menurutnya potensi Jabar sangat besar, dimana daftar antrian saya ini mencapai 16 tahun  dengan jamaah antrian sekitar 600 ribuan orang dan dana kelolaan sekitar Rp15 triliun.  "Tentu ini pasar yang besar bagi BJB Syariah," tuturnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus