Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pembangunan Waduk Kuningan Masih Terhambat Pembebasan Lahan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31630.jpg

    BANDUNG-Proses pembangunan Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan hampir mencapai 100 persen. Penggantian lahan terdampak di dalam batas genangan pun terus berjalan. Warga yang tinggal di luar batas genangan tapi ikut terdampak pun meminta ikut dibebaskan lahannya dan direlokasi.

    Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan secara keseluruhan terdapat 444 keluarga yang harus direlokasi karena akan terdampak bendungan. Beberapa di antaranya juga warga yang berada di luar kawasan genangan tapi terdampak bendungan, yakni sejumlah warga di Desa Kawungsari.

    Warga di luar batas genangan ini akan terisolasi setelah bendungan tergenang, sebagian lagi kehilangan lahan berkebunnya dan kesulitan menempuh akses jalan.

    Warga Desa Kawungsari, katanya, juga ingin direlokasi seperti warga Randusari sebab berpengaruh pada kehidupan ekonomi mereka. Di desa ini terdapat 5,56 hektare lahan dengan 317 bidang tanah yang masuk kawasan genangan, kemudian ada 4,54 hektare lahan di luar genangan dengan 74 bidang tanah.

    Acep mengatakan memang tidak ada regulasi untuk membebaskan lahan warga yang tidak masuk dalam kawasan genangan. Karenanya dengan musyawarah dan pertemuan dengan Pemprov Jabar dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, mereka bisa direlokasi dengan dana kerahiman.

    "Semoga cepat selesai sesuai regulasi. Tapi kalau kita sesuai regulasi, akan mencapai jalan buntu. Dibutuhkan pemikiran-pemikiran khusus berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, yakni kerahiman,"  kata Acep seusai beraudiensi dengan Pemprov Jabar dan BBWS Cisanggarung Cimanuk di Gedung Sate, Selasa (29/1).

    Warga Desa Kawungsari yang juga minta direloksi ini pun, katanya, rencananya akan pindah ke desa tetangga, Desa Sukarapih. Lahan yang digunakan adalah lahan Perhutani dan lahan masyarakat yang dibeli pemerintah. Setidaknya dibutuhkan Rp 80 miliar untuk pembebasan lahannya.

    Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Happy Mulya, mengatakan konstruksi pembangunan Bendungan Kuningan sudah mencapai 95,77 persen. Pembangunannya hampir selesai dan tinggal penyelesaian dan ditargetkan April 2019 selesai.

    "Kalau penggenangan ada masalah pembebasan lahan yang kita bicarakan tadi, segera kita cari solusinya. Kita usahakan bisa segera penggenangan kalau bisa diresmikan," katanya.

    Pembebasan lahan warga Kawungsari, katanya, tidak bisa dilakukan sesuai regulasi layaknya pembebasan lahan di dalam kawasan genangan. Dua RT di Kawungsari ini, katanya, juga minta direlokasi. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus