Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Serangan DBD, Wabup Garut Nyatakan Belum KLB

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31719.jpg

    KAB GARUT-Serangan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang menyerang beberapa kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum termasuk dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB).

    "Belum KLB lah, masih biasa. Tetapi kita tetap harus waspada dengan adanya DBD ini," ujar Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Minggu (3/2/2019).

    Helmi mengungkapkan kejadian serangan DBD di Kabupaten Garut terjadi hampir merata di setiap kecamatan, seperti yang terjadi di Kecamatan Limbangan, pasien yang masuk berasal dari tiga kecamatan sehingga jumlahnya banyak.

    "Selain di Limbangan serangan DBD terjadi pula di Kecamatan Tarogong (Kidul dan Kaler) dan yang lainnya,  namun jumlahnya belum diketahui secara keseluruhan. Intinya belum KLB sudah bisa di tangani," katanya.

    Helmi juga menuturkan, pasien yang terjangkit DBD disetiap daerah baru suspect, sehingga perlu mendapatkan perawatan dari pihak medis.

    "Kalau se Kabupaten Garut jumlahnya belum diketahui. Saya yakinkan juga tidak ada yang meninggal dunia yang di akibatkan oleh DBD," tegas Helmi.

    Helmi mengaku puas dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas yang sigap dan cepat merespon terjadinya DBD.

    "Jaga kebersihan, agar tidak menjadikan tempat sebagai sarang nyamuk. Kita intruksikan pula agar dilakukan fogging pada setiap daerah rawan DBD," ujar Helmi.

    Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, jumlah penderita yang ditangani sebanyak 188 kasus, diantaranya Demam Berdarah Dengue sebanyak 157 kasus, Demam Dengue 31 kasus, tersebar di beberapa wilayah kerja puskesmas, yaitu :
    1. PKM Limbangan 47 kasus
    2. PKM Cibiuk 8 kasus
    3. PKM selaawi 30 kasus
    4. PKM Leuwigoong 1 kasus
    5. PKM Cibatu 30 kasus
    7. PKM Bayongbong 6 kasus
    8. PKM Cempaka 7 kasus
    9. PKM Tarogong 11 kasus
    10. PKM Sukasenang 9 kasus
    11. PKM Cpanas 5 kasus
    12. PKM Haurpanggung 11 kasus
    13. PKM Bagendit 9 kasus
    14. PKM Guntur 1 kasus
    15. PKM Sukaraja 1 kasus
    16. PKM Rancasalak 1 kasus
    17. PKM Cisurupan 2 kasus
    Dan ditambah 3 kasus dari luar kabupaten Garut.

    Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Garut, dr. Hj. Janna M Yajariawati, MKM., dari hasil pemantauan hingga 2 Februari 2019, para penderita tersebut 172 orang (91,4%) telah sembuh, 16 orang masih dirawat (PKM Tarogong, Bayongbong, Selaawi, Cisurupan, dan PKM Cibatu), sedangkan 3 orang dirujuk ke RSU dr. Slamet Garut.

    Jana mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi kasus kelapangan, serta melaksanakab penyebar luasan informasi melalui surat edaran Kepala Dinas Kesehatan tentang pentingnya pencegahan DBD melalui PSN dan 3M. Selain itu, melakukan pendistribusian dan pemberian larvasida serta memberikab penyuluhan pencegahan penyakit DBD pada masyarakat. "Kami juga telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan penderita oleh fasyankes/ puskesmas, dan melakukan pengasapan (foging) di dua fokus wilayah kerja puskesmas limbangan," ujarnya.

    Selain nelakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor dengan pihak unsur pimpinan desa, dan kecamatan, pihaknya menghimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga lingkungan tetap bersih dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus