Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengurangan Kantong Plastik Akan Masuk ke Pasar Tradisional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32172.jpg

    BOGOR-Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar. 

    Dalam hal ini, Bima juga minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor lebih gencar menyosialisasikan Perwali Nomor 61 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di mal dan toko ritel modern kepada masyarakat. Apalagi kedepannya kebijakan tersebut akan mulai masuk ke pasar tradisional. 

    “Dinas harus sering sidak, Giant dicek, Transmart dicek, Ekalos dicek, Alfamart dan Indomart juga dicek. Bagi yang masih nakal sudah waktunya hukum berbicara, kita gak boleh kendor di lapangan. Jangan sampai saya mendapatkan video atau foto dari warga bahwa masih ada toko ritel modern yang masih sediakan kantong plastik,” tegas Bima saat membuka acara peringatan HPSN tahun 2019 Tingkat Kota Bogor bertemakan “Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai” di Mal Botani Square Bogor, Lantai 2, Jumat (01/03/2019) siang.    

    Pada kesempatan itu, Bima meminta kepada jajaran dinas untuk menyajikan data dan angka untuk perbandingan sejak diterapkannya kebijakan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik tersebut. 

    “Saya minta data-data dan angka sejak-sejak 1 Desember 2018 kita terapkan Perwali tentang pengurangan kantong plastik ini saya ingin tahu berapa yang berkurang. Jadi kita punya data perbandingan, sampah plastik ini berkurangnya berapa. Nah kita harus bisa mengukurnya secara berkala,” katanya. 

    Mengingat penggunaan kantong plastik telah menjadi permasalahan serius terhadap lingkungan, Bima berencana menerapkan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di pasar tradisional. Jika memungkinkan, pengendalian kantong plastik di pasar tradisional bisa diterapkan kurun waktu 1 hingga 2 tahun kemudian.

    “Kita siapkan sesegera mungkin untuk bisa mengelola kantong plastik di pasar-pasar tradisional. Kita siapkan waktunya, bisa tahun depan bisa dua tahun lagi. Itu semua tergantung dari niat dan kegigihan kita. Memang tidak gampang untuk kelola kantong plastik di pasar tradisional ini karena sumbernya ada di sana (pasar tradisional). Oleh karena itu kita siapkan sekarang, misalnya melalui PD Pasar agar membuat pilot project di salah satu pasar tradisional Kota Bogor untuk bertahap mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujar Bima. 

    Selain Bima, dalam kesempatan itu turut dihadiri Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK Ujang Solihin Sidik, Kepala DLH Kota Bogor Elia Buntang, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin, dan Relawan KPC Ade Saman. 

    Kegiatan itu diakhiri oleh pemberian penghargaan dan cinderamata terhadap ketiga Jurnalis pemenang lomba tulis karya jurnalistik yang diumumkan dalam acara tersebut. (Alif/Ismet/Arfan-SZ)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus