Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Workshop kesehatan hewan kesayangan dan ternak 2019

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32374.jpg

    SUBANG-Bertempat di Halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd., M.Si menghadiri kegiatan Workshop Kesehatan Hewan Kesayangan dan Ternak tahun 2019, dalam Wujud Jawara Miara Wujudkan Peternak Sejahtera, Rabu (6/3/2019).

    Laporan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  H. Asep Nuroni S.Sos M.Si menyampaikan bahwa para peternak kedepannya jangan khawatir tentang masalah hewan ternak karena sekarang sudah ada jaminan dan asuransi tentang hewan ternak baik sakit, mati maupun pencurian hewan ternak. Dalam kesempatan ini juga akan di laksanakan makan telor dan minum susu bersama serta akan diadakan penyerahan bantuan berupa ayam ternak kepada para 4 camat berprestari dan penyerahan bantuan ternak sapi dan domba.

    Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan Institut Pertanian Bogor tentang Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Subang dengan nomor berita acara no : 21/47/Bd/P/B/2019 dan no : 580/KB.13-Disnakeswan/2019 dan no : 016/IT3/HK.01/2019 Oleh pihak kesatu kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni Primanto Joewono dengan pihak kedua Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd., M.Si serta pihak ketiga Rektor Institut Pertanian Bogor Dr. Arif Satria, SP., M.Si. Dan dilaksanan MOU kerjasama penggemukan sapi potong antara PT. Caturmawa Mitra Tani dengan SPR Cinagarabogo disaksikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Subang yang selanjutnya penyerahan cinderamata dari Bupati Subang kepada perwakilan Bank Indonesia dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Dalam sambutannya kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Pribadi Santoso menyampaikan  bahwa sapi potong merupakan komoditas yang strategis. Di Kabupaten Subang peternakan sapi potong belum berkembang tetapi mempunyai potensi yang cukup besar untuk itu kami menggandeng IPB untuk bekerjasama dalam  Program Pengembangan Klaster Sapi Potong. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga dipasaran diantarnya Produksinya, konsumsinya, distribusin serta komunikasi.

    Pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan peternakan hewan dari kementrian pertanian diantaranya ternak domba sebanyak 22 ekor betina 3 ekor jantan, ternak ayam program bekerja (bedah kemiskinan rakyat Sejahtera), bantuan dari DKPP Provinsi Jawa Barat 1 unit mesin pelet, 1 unit mesin tetas otomatis digital caliper, timbangan telur digital timbang portable digital, bantuan APBD musrembang Kabupaten subang, ternak sapi potong untuk 3 kelompok dengan total 11 ekor sapi betina, ternak kerbau untuk 1 kelompok sebanyak 5 ekor kerbau, ternak domba priangan untuk 14 kelompok dengan total 265 ekor domba priangan betina dan 13 ekor domba priangan jantan, ternak domba unggul untuk 6 kelompok dengan masing masing 8 ekor domba betina.

    Sebelum berlanjut ke acara Talkshow, Bupati Subang memimpin kegiatan makan telur dan minum susu bersama dengan seluruh tamu undangan.

    Pada acara Talkshow tersebut menghadirkan narasumber yaitu Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd., M.Si., Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Arif Hidayat, dari Polres Subang AKP Kustiawan dan dari Jasindo RusdiantoS.Sos.

    Bupati Subang H. Ruhimat S.Pd M.Si dalam pemaparannya menyatakan bahwa keterkaitan dengan masalah rabies yang sedang beredar di negara tetangga kita di Kabupaten Subang sekalipun sudah dinyatakan bebas rabies  tetapi perlu pencegahan bagi para pecinta hewan yang memiliki hewan ternak harus rutin mengecek kesehatan hewan ternak nya ke pusat pelayanan hewan untuk mendapatkan Vaksin rabies untuk hewan ternaknya.

    Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Arif Hidayat dalam pemaparannya bahwa Rabies penyakit hewan yang menular dengan cepat yang mengakibatkan angka kematian yang tinggi. ditularkan lewat gigitan hewan anjing, kucing, kera, tikus, kelelawar dan musang namun 95% ditularkan lewat gigitan anjing  untuk itu perlu diadakan vaksinasi secara rutin dan bahkan jika  perlu diadakan langsung ke tiap-tiap desa mengenai penyuluhan tentang vaksinasi hewan anjing.

    Jasindo RusdiantoS.Sos menjelaskan bahwa menanggulangi masalah kerugiaan menyangkut harta benda dan pada kesempatan ini akan menerangkan masalah ternak hewan karena sudah ada asuransi khusus untuk hewan ternak. Kesulitannya petani untuk membayar premi asuransi sehingga diharapkan pemerintah Kab. Subang untuk membantu para petani. Besaran asuransi untuk ternak sapi yaitu  Rp.10.000.000 ternak yang mati,  Rp. 10.000.000 ternak yang kehilangan dan  Rp. 5.000.000 ternak yang sakit.

    Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Subang, Ketua DPRD Kab. Subang, Pj. Sekda Kabupaten Subang, Unsur Forkopimda Kab. Subang/yang mewakili, Kustini RSH Jawa Barat, Yeni Darmawan Sugiri, drh RSH Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan peternakan Provinsi Jawa Barat (DKPP) Asep Gunawan, DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Arif Hidayat, Rumah Sakit Hewan (RSH) Jawa Barat drh. Indriantari, Balitbangtan (badan penelitian dan pengembangan tanah) Ropik, Para Kepala OPD se-Kab. Subang, Para Camat se-Kab. Subang serta Insan Pers.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus