Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    JNE Gelar ‘Balarea’ UKM Festival untuk Dorong UKM Ciptakan Peluang Usaha

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32557.jpg

    BANDUNG - Industri kreatif diproyeksikan menjadi penopang utama ekspor Indonesia pada masa mendatang di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Pada saat yang sama, industri logistik juga ikut tumbuh positif karena pemindahan barang dari produsen ke konsumen akhir membutuhkan logistik yang efisien dan tepat waktu.

    Hal ini mendorong JNE untuk terus mendukung para UKM selaku pelaku industri kreatif untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitas sehingga dapat menciptakan peluang usaha, bahkan dapat bersaing secara global, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Berbagai program pengembangan UKM pun dilakukan secara aktif di Bandung. Setelah sukses menggelar 15 seminar serta pelatihan UKM dengan menghadirkan narasumber inspiratif, JNE Bandung telah mengajak lebih dar 1500 UKM untuk mendapatkan informasi, motivasi dan pelatihan UKM di 19 Kota dan Kabupaten Bandung. 

    Kali ini JNE Bandung berkolaborasi dengan para UKM menghadirkan JNE UKM Festival ‘BALAREA’ (Bandung Lautan Kreatif) 2019 untuk pertama kalinya dengan Tema “Festival Kreasi Urang Bandung, untuk Mendorong UKM Ciptakan Peluang Usaha di Era 4.0”. 

    Deputy Director e – Commerce & Partnership, Mayland Hendar Prasetyo mengajak warga Bandung untuk menghadiri JNE UKM Festival yang akan digelar pada Sabtu, 6 April 2019 di Cihampelas Walk, Jl Cihampelas No. 160, karena terdapat beragam kegiatan menarik, seperti Talk show interactive, bazar UKM, photo contest, games dan doorprize, promo JLC double poin, hingga booth pengiriman gratis untuk tujan Kotamadya Bandung serta Cimahi untuk maksimal kiriman 1 kg.

    "Sejak awal dalam menjalankan bisnisnya JNE  mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk diorbitkan di  tingkat nasional," ujarnya di Bandung, Kamis (4/4)

    Pada Agustus tahun lalu, lanjutnya, JNE bekerja sama dengan salah satu marketplace memilih 10 UMKM guna dibina agar bisa maju di level nasional hingga internasional. "Kuncinya adalah user. Selama ini, barang yang dijual online sekitar 7%-10% barang yang dijual produk sendiri sedangkan 90% merupakan produk luar negeri," paparnya. 

    Selain itu berbagai program pengembangan UKM lainnya dilakukan di seluruh Indonesia, secara Nasional JNE mengadakan roadshow pengembangan UKM JNE Ngajak Online yang dilaksanakan hingga ke Timika. Peningkatan segala sektor layanan pun terus dilakukan seperti perluasan jaringan, peningkatan di bidang IT, Infrastruktur dan SDM terus dikembangkan demi mendorong pengembangan para pelaku kreatif dan UKM di tengah revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0. dimana pada masa mendatang, ekonomi global akan semakin bergantung pada sektor ekonomi kreatif. 

    Pada saat yang sama, ketergantungan masyarakat global terhadap teknologi informasi dalam aktivitas sehari-hari telah memicu pertumbuhan secara eksponensial ke ekonomi kreatif. Dengan kelebihan demografi sebanyak 250 juta penduduk, ekonomi kreatif Indonesia bisa menjadi salah satu unggulan dalam pasar luar negeri. Sejauh ini, tanda-tanda kekuatan ekonomi kreatif nasional mulai terlihat. Data Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mencatat ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia pada 2016 mengalami peningkatan 3,23% menjadi US$20 miliar dibandingkan dengan realisasi pada 2015. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus