Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tujuh Waduk Strategis Dibangun di Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32574.jpg

    BANDUNG – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Linda Al – Amin menyebutkan ada tujuh waduk strategis yang saat ini sedang dan akan dibangun di Jawa Barat. Pembangunan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat dengan pendampingan dari Dinas SDA Jawa Barat.

    Ke tujuh waduk itu antara lain waduk Kuningan di Kabupaten Kuningan, Waduk Cipanas di Kabupaten Sumedang dan Indramayu, Waduk Sadawarna di Kabupaten Subang Sumedang dan Indramayu, Waduk Leuwi Keris di Tasikmalaya dan Cimais, Waduk Matenggeng di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, Waduk Sukamahi di Kabupaten Bogor dan Waduk Ciawi juga di Kabupaten bogor.

    “Yang progresnya paling cepat itu Waduk Kuningan, tinggal dialiri air saja,” ujarnya saat acara JAPRI di Gedung Sate, Kamis (4/4/2019).

    Waduk Kuningan menurutnya dibangun mulai tahun 2013 dengan luas genangan sekitar 22.159 hektar dan akan menampung air sebanyak 25,95 juta meter kubik. Hingga tahun lalu, realisasi pembangunan sudah mencapai 95 persen.

    “Kendalanya ada satu  kampung yang masih belum selesai soal ganti untung. Kami masing menunggu Perpres. Dananya sudah siap, tingfgal dibayarkan saja, lalu waduk bisa dialiri air,” jelasnya.

    Sementara waduk lainnya menurut Linda, progres pembangunannya berfariasi. Ada yang baru berupa desain, pembebasan tanah bahkan ada yang sudah mulai konstruksi.

    Sementara itu Asisten dua Setda Jawa Barat Edi Nasution mengatakan penting keberadaan waduk yang akan dibangun di Jabar. Sebab dapat memberikan air yang baik bagi pertanian, bahkan bisa mendorong panen hingga tiga kali lipat.

    Menurutnya luas lahan pertanian yang akan dialiri oleh waduk-waduk tersebut mencapai 900 ribu hektare. Dimana lahan seluas 400 ribu hektare masuk dalam pengelolaan pusat, 100 ribu hektar dalam pengelolaan provinsi dan sisanya oleh kabupaten dan kota.
     
    “Saat ini rata-rata panen itu 2 hingga 2,5 kali pertahun. Semoga dengan dibangunya waduk, produktifitas petani semakin baik, bisa panen tiga kali setahun,” tegasnya. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus