Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hujan Tak Berhenti, Harga Gabah Petani Bisa Anjlok

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32653.JPG

    BANDUNG - Harga gabah dan beras di tingkat petani di khawatirkan anjlok karena hujan masih turun  berbarengan dengan panen raya. Harga  di tingkat petani bakal turun bila kualitas gabah atau beras buruk akibat terkena hujan. 

    Kepala Perum Bulog Divre Jabar Benhur Ngkaimi mengatakan, saat ini panen raya di Jawa Barat mulai bergulir, walaupun terjadi keterlambatan. Panen raya diperkirakan akan terus terjadi hingga Mei 2019 mendatang. 

    “Panen sudah mulai, baru sekitar dua minggu lalu. Serapan kami pun masih minim sekitar 9.000 ton dari target 200.000 ton pada tahun ini,” kata Benhur di Bandung, Selasa (9/4/2019).

    Kendati musim panen telah dimulai, dia khawatir harga gabah dan beras di tingkat petani bakal turun. Hal itu dikarenakan panen raya berbarengan dengan musim hujan. Kondisi itu bakal mengganggu petani yang sedang melakukan penjemuran gabah. 

    “Petani khawatir ketika gabah sudah dijemur empat hari dan terkena hujan. Itu akan merusak kualitas gabah. Jadinya, mereka akan menjual murah agar tidak terlalu rugi. Tapi harganya tidak kompetitif. Kami juga tidak berani membeli, karena tidak sesuai standar,” jelas dia. 

    Di sisi lain, ketersediaan mesin pengering padi, drayer, jumlahnya sangat terbatas. Bulog misalnya hanya memiliki 11 unit drayer. Tersebar di Cirebon, Indramayu, Karawang, dan Subang. 

    “Kapasitas 11 drayer itu hanya 200 ton per hari, itu setara hasil panen dari 40 hektare lahan. Sementara luas lahan padi di Jabar mencapai ratusan hektare. Saat ini, drayer menjadi kebutuhan mendesak petani,” tuturnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus