Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BAKTI Targetkan 600 Desa Tersambung Instalasi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32686.jpg

    KAB. SUKABUMI- Desa Digital adalah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghadirkan digital ecosystem yang kondusif dan produktif di Jawa Barat dengan tujuan meningkatkan produktivitas desa untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0, memeratakan akses fasilitas digital, mengembangkan sektor industri, pertanian dan perikanan. 

    Kepala Dinas pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, program interner gratis untuk Desa Digital di Jawa Barat merupakan kerjasama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Provinsi Jawa Barat untuk menyediakan interner di desa-desa Jawa Barat dengan indeks desa membangun di level tertinggal dan berkembang.

    “BAKTI berkomitmen akan melakukan instalasi di 600 titik desa di Jabar dan saat ini telah dilakukan instalasi untuk 155 desa di 17 kabupaten di Jabar,” kata Dedi,dalam Peluncuran Desa Digital  di Desa Sirnarasa Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/04).

    Menurut Dedi, infrastruktur untuk akses intenet yang menyambungkan koneksi internet dan pertukaran data dari dan ke satelit yang telah diinstalasi dan berstatus on air berjumlah 155 unit, masing-masing di Kab. Sukabumi 20 unit, Kab. Garut 19 unit, Kab. Karawang 18 unit, dan di Kab. Kuningan 12 unit.

    “Tasikmalaya 12 unit, Bekasi 1 unit, Kab. Pangandaran 3 unit, Kab. Ciamis 3 unit, Kab. Subang 5 unit, Kab.Bandung Barat 5 unit, Kab. Purwakarta 6 unit, Kab. Indramayu 6 unit, Cianjur 7 unit, Kab. Sumedang 8 unit, Kab. Bandung 9 unit Cirebon 9 unit serta Kab. Majalengka 11 unit,” ucapnya.

    Dedi menambahkan, membuka akses urun daya melalui media sosial untuk mendapatkan informasi desa yang membutuhkan akses internet terdapat lebih dari 6.000 entry data dari proses partisipasif masyarakat.

    “Setelah divalidasi dengan bersama Disdik dan Dinas  KUK Jabar didapatkan 439 titik desa yang menjadi rekomendasi untuk instalasi ini, dari jumlah tersebut 218 desa berstatus berkembang . 221 tertinggal,” katanya. (Parno)  

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus