Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BKSP Jabodetabekjur Bahas Pemanfaatan Nambo

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32822.jpg

    BANDUNG—Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Bodetabekjur memastikan sejumlah kerjasama dan rencana yang sudah disusun sejak kepemimpinan BKSP beralih dari Banten ke DKI Jakarta akan direalisasi. 

    Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan dari hasil pertemuan dengan Sekretaris BKSP Bodetabekjur Tri Kurniadi sejumlah poin penting dihasilkan mulai dari persoalan komposisi anggota Pemprov Jabar yang harus diwakili eselon III dan IV hingga kerjasama di bidang pembangunan. 

    “Ada beberapa yang terkait koordinasi, mengenai laporan keuangan 2018 dan renovasi rumah dinas dan mess [BKSP Bodetabekjur] dan penempatan ASN dari Pemprov Jabar khususnya eselon III dan IV, bulan ini akan diisi” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (29/4/2019).

    Pihaknya juga memastikan ada subtansi pekerjaan dibahas mengenai pembangunan Park and Ride di wilayah Jabodetabekjur. Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor. “Pada kesempatan ini diserahkan perjanjian tersebut. Sekaligus akan dimulai pembebasan lahan dan DED sebagai pedoman ditargetkan selesai 2020,” katanya.

    BKSP Jabadetabekjur juga akan melaksanakan MoU tentang jaringan perluasan jalan di wilayah park and ride yang dijadikan perjanjian kerja sama perluasan dan perpanjangan.

    “Lalu yang menyangkut pembangunan TPS sampah Nambo ada usulan DKI Jakarta bisa ikut serta untuk pembuangan sampahnya. Kita akan laporkan ke Pak Gubernur. Kalau dengan Banten sudah, dengan Tanggerang Selatan,” katanya.

    Pihak DKI juga mengharapkan keberlanjutan pemanfaatan air lewat SPAM Jatiluhur II yang dibangun Kementerian PUPR. “DKI masih membutuhkan Jatiluhur jadi kerjasama ini harus dilanjutkan,” ujarnya.

    BKSP juga merencanakan segera menandatangani nota kesepahaman penuntasan masalah kependudukan di wilayah perbatasan.  

    Iwa juga memastikan pertemuan dengan Sekretaris BKSP Bodetabekjur membahas kemungkinan segera bertemunya Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk membahas isu pembagunan aktual termasuk soal banjir yang menyergap DKI saat ini.

    “Itu akan dibahas lebih lanjut, tapi untuk hari ini lebih banyak membahas terkait program, nanti selanjutnya akan juga dibahas,” ujarnya.

    Sekretaris BKSP Bodetabekjur Tri Kurniadi mengatakan pihaknya berencana mempertemukan ketiga gubernur untuk membahas isu terkini yang menyangkut Banten, DKI, dan Jawa Barat. “Susah nyari waktu bersamanya. Pak Wahidin (Banten) bisa Pak RK nggak bisa, Pak RK dan Pak Anies bisa pak Wahidinnya nggak ada,” tuturnya.

    Sementara terkait pemanfaatan Nambo pihaknya memprediksi Bantar Gebang sudah tak mampu lagi menampung sampah DKI pada 2020. “Kita bangun ITR, 2500 ton per hari yang kita olah. Sementara [Sampah DKI] 7,500 [ton] sehari,” ujarnya.

    Tri menilai jika Nambo dibuka, maka seluruh sampah DKI Jakarta bisa ditampung seluruhnya. “Saya pikir bisa semua. Soalnya besar banget Nambo itu. Tinggal memikirkan kontribusinya,” katanya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus