Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    IOT, Peran Penting Terbentuknya Smart City

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33010.jpg

    BANDUNG- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, kembali menggelar seminar Tech Update yang bertempat di Aula Diskominfo lt.4 pada Jumat (10/05/19).

    Pada kesempatan kali ini Diskominfo membahas mengenai IoT dalam pengembangan Smart City. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Setiaji, ST., M.Si, dan diisi oleh M.Deni Hendriawan selaku Kepala Seksi Layanan Infrastruktur Diskominfo Jawa Barat juga Teguh Prasetya selaku Chaiman Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI).

    IoT sesuai Rekomendasi ITU Tahun 2012, ITU-T Y.2060, yaitu infrastruktur yang mampu menyediakan semua layanan yang saling terinterkoneksi, baik secara fisik maupun virtual dan bisa saling bertukar informasi satu dan yang lain menggunakan teknologi ICT. IoT memiliki empat lapisan yaitu Device, Jaringan, Platform, dan Aplikasi.

    Teguh memaparkan bahwa IoT penting bagi perkembangan kedepan karena akan menjadi teknologi utama yang diinvestasi oleh banyak organisasi.

    “Ada 3 hal mengapa IoT menjadi teknologi utama yang diinvestasi oleh organisasi, yang pertama mengefisiensikan operasional sebesar 50%, meningkatkan produktifitas sebesar 30%, dan sisanya untuk meningkatkan pendapatan sebesar 20%”.

    3 hal tersebut yang menjadi dasar bagi organisasi berusaha untuk menjadikan IoT sebagai inovasi disruptif dari sisa manusia, bisnis, dan teknologinya sendiri. Di Indonesia sendiri IoT masih dalam tahapan naik menuju puncak kejayaannya, diprediksi dalam 2 tahun IoT akan mencapai titik tertinggi di Indonesia.

    Menurut Teguh mengapa Indonesia hanya butuh 2 tahun untuk dapat memaksimalkan IoT karena kaum milenial sekarang lebih adaptif mengenai perkembangan teknologi. Selain itu skala bisnis IoT market di Indonesia sendiri pada tahun 2022 akan mencapai Rp. 444 triliun dengan 78% di aplikasi/platform, network 9%, device 13%.

    Teguh pun menyampaikan, “Key Success factor dari IoT yaitu Kolaborasi. Kolaborasi dari Pemerintah, Private Sector (pembuat), Publik, Akademisi, dan Media.”

    Selain Kolaborasi, didalam IoT ada tiga hal yang harus dipikirkan baik-baik yaitu orang, proses, dan teknologi. Membentuk pola pikir seseorang untuk meningkatkan IoT selain itu skill individu yang memiliki kemampuan IoT.

    Deni pun menambahkan, pengembangan IoT harus dilakukan didasari oleh tingkat penggunaan teknologi di kehidupan sehari-hari. Untuk dapat memaksimalkan penggunaan teknologi maka banyak aktifitas yang dapat dilakukan oleh satu aplikasi dan perangkat.

    Selain itu Deni pun memaparkan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia sudah memasuki sistem pemerintahan berbasis elektronik. Sistem ini bermaksud agar pemerintahan dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam melayani pengguna SPBE. Hal ini sudah ditetapkan pada Pepres Nomor 95 Tahun 2018 dan di Jawa Barat sendiri pada Pergub Nomor 86 Tahun 2018. Hal itu bertujuan untuk pembangunan IT baik di pusat atau di daerah mudah tersinkronisasi.

    Dalam pengembangan IoT sendiri menghadapi rintangan dalam sisi sumber daya manusia (SDM) dan anggaran. Oleh karena itu Pemerintah membuka pintu bagi semua pihak untuk bisa berkolaborasi dalam pengembangan IoT ini. Dalam kasus ini diskominfo berperan sebagai penyedia fasilitas dan pengelola IoT.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus