Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Garut Berpeluang Penuhi Pemasaran Bawang Putih

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33012.jpg

    GARUT- Peluang pemasaran bawang putih di Indonesia dinilai masih sangat bagus, kebutuhan bawang putih di Indonesia baru terpenuhi 14% petani lokal, sedangkan sisanya sisanya masih mengandalkan  impor. 

    Hal itu diutarakan Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, dalam acara ”Tanam Perdana Bersama Bapak Bupati Pengembangan Budidaya Bawang Putih kerjasama PT Aghra Putra Semesta dengan Koperasi Usaha Bersama (KUB) Maqbul Tani”, di Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Jumat (10/5/2019). 

    Seperti diketahui, saat ini harga bawang putih melonjak di pasaran mencapai harga Rp 100 ribu perkilogramnya, sehingga  membuat beberapa para petani melirik sayuran yang berbau khas ini, termasuk di Desa Cigadog.
    Bupati Garut Rudy Gunawan mendorong para petani untuk kembali menanam bawang putih yang biasanya diimport dari luar. 

    “Jadi komoditi bawang putih ini cukup menjanjikan juga nilai ekonomisnya lebih besar dan kebutuhannya lebih banyak,” katanya. Peluang ini, imbuhnya,  dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani-petani yang ada di Kabupaten Garut, di mana saat ini petani di kecamatan wilayah Garut sudah mulai banyak menanam bawang putih, seperti Cikajang, Leles, Cilawu dan sekarang di Sucinaraja, “Kalau hari ini bawang putih harganya Rp40 ribu saja, kalau petani dapat 5 ton bisa untung Rp150 juta, dan ini sangat menjanjikan bagi para petani,” katanya.


    Cigadog sendiri, sebut Rudy, merupakan salah satu sentra penghasil bawang putih sejak dulu, kejayaannya sebagai sentra penghasil bawang putih tenggelam kala terkena dampak abu vulkanik dampak meletusnya Gunung Galunggung tahun 1982.


    ”Saat ini merupakan waktunya kembali meraih kejayaan petani Bawang Putih yang dilakukan oleh petani- petani muda desa Cigadog,” ujar Rudy, seraya berharap, kerjasama antara importir seperti PT Aghra Putra Semesta saat ini bisa dimanfaatkan para petani kita. 

    Dengan kerja sama ini, imbuhnya, dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Garut.
    Sementara itu, ketua KUB Maqbul Tani, Mugni, melihat potensi pemasaran kebutuhan bawang putih terbuka lebar mengingat kebutuhan bawang putih di Indonesia masih besar. 

    Sebagai petani muda ia berharap mengembalikan kejayaan dulu dengan menggiatkan para petani bawang putih, dan menjadi salah satu pemasok bagi kebutuhan bawang putih di Indonesia.
    Direktur PT Aghra Putra Semesta, Ristanto Sumarsono,  mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan petani Garut, khususunya Cigadog, dengan bantuan kepada para petani mulai dari bibit hingga pupuk dengan rencana areal tanah seluas 42 Ha di wilayah Kecamatan Sucinaraja.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus