Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Libur Idul Fitri Penggunaan Listrik Menurun Hingga 7 Persen

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33178.jpg

    BANDUNG- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat memprediksikan akan terjadi penurunan penggunaan listrik selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah.

    Manager Distribusi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Hendra Slamet Rijadi mengatakan, mulai tanggal 03 Juni 2019 diperkirakan beban pemakaian listrik cenderung menurun menyusul adanya kebijakan cuti bersama dari Pemerintah sehingga industri, perkantoran dan sebagian pelanggan komersial sudah meliburkan aktivitasnya dan kondisi beban akan kembali normal di H+4 hingga H+7 setelah lebaran.  

    "Prediksi beban puncak siang pada Idul Fitri 1440 H tahun ini sebesar 3.429 MW atau naik 216 MW (7%) dari beban puncak siang pada Idul Fitri 1438 H sebesar 3.213 MW., untuk beban puncak .alam pada Idul Fitri tahun ini diprediksi mencapai 4.335 MW atau naik sekitar 113 MW (3%) dibandingkan dengan Beban Puncak malam hari pada Idul Fitri tahun lalu sebesar 4.222 MW," jelasnya. 

    Menurut Hendra, daya mampu pasok untuk Idul Fitri 1440 H sebesar 11.933 MW, masih jauh dari prediksi beban puncak baik siang hari maupun malam hari di perayaan Idul Fitri 1440 H tahun ini sehingga daya mampu pasok dinyatakan siap untuk menunjang kegiatan selama Idul Fitri 1440 H.

    "Meskipun terjadi penurunan untuk konsumsi listrik industri dan perkantoran, ada beberapa daerah tujuan mudik yang cenderung meningkat dibanding hari-hari biasanya seperti Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Cirebon, Cianjur, dan Sukabumi," katanya. 

    Sementara itu, Manager Komunikasi PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat. Iwan Ridwan menyatakan, agar masyarakat aman dan nyaman pada saat mudik lebaran, ada berikut tips yang terkait dengan listrik diantaranya, mematikan alat elektronik yang tidak diperlukan, menyalakan lampu secukupnya/ seperlunya dan mencabut colokan listrik yang tidak diperlukan.

    "Pastikan juga token listrik sudah terisi cukup hingga akhir masa mudik agar lampu penerangan rumah tetap menyala dan alarm token kwh meter tidak berbunyi, jangan sampai pelanggan terganggu karena token listrik habis setelah mudik," ucapnya.

    Dan bagi pelanggan pasca bayar, lebih baik bayar listrik diawal bulan, sebelum tanggal 20, agar terhindar dari denda keterlambatan dan pemutusan listrik akibat keterlambatan pembayaran. Menghubungi layanan Contact Center PLN 123 apabila membutuhkan layanan seputar kelistrikan. Layanan ini tersedia 24 jam 7 hari dalam seminggu.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus