Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Nilai Tukar Petani Jabar Alamai Penurunan tapi Masih diatas 100

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33306.jpg

    BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS ) Jawa Barat menyebutkan pada Mei 2019 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat turun sebesar 0,02 persen dibandingkan April 2018, dari 109,69 menjadi 109,67.

    “Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) naik sebesar 0,44 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) naik sebesar 0,46 persen,” ujar Kepala BPS Jawa Barat Dodi Herlando dikantornya.

    Pada bulan Mei 2019, dari 4 (empat) subsektor NTP dari 5 (lima) subsektor yang mengalami kenaikan. Jika diurutkan dari kenaikan terbesar adalah Subsektor Hortikultura mengalami kenaikan sebesar 1,71 persen.

    Sementara Subsektor Peternakan yang mengalami kenaikan sebesar 1,52 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dengan kenaikan sebesar 1,24 persen, dan Subsektor Perikanan dengan kenaikan sebesar 0,22 persen.

    “Sementara Subsektor Tanaman Pangan mengalami penurunan hingga sebesar 2,01 persen,” jelasnya.

    Disisi lain BPS Jawa Barat juga menginformasikan di daerah perdesaan Jawa Barat Konsumsi Rumah Tangga pada Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 0,59 persen. Semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi.

    Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,10 persen. Kelompok Sandang berada di posisi kedua dengan inflasi sebesar 0,80 persen. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau berada di urutan ke tiga dengan inflasi sebesar 0,25 persen. Kelompok Transportasi dan Komunikasi mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Kelompok Perumahan mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Kelompok Kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga mengalami inflasi terkecil, yaitu 0,01 persen. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus