Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Akademisi, Mesin Pembangunan Andal Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33373.jpg

    KOTA BANDUNG-- Dalam bingkai 'Dynamic Government' atau Birokrasi Dinamis 3.0, maka kolaborasi menjadi satu konsep jitu untuk mengikat semua pihak agar terlibat dalam pembangunan. Maka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh pihak, khususnya akademisi untuk terlibat dalam pembangunan demi mewujudkan Jawa Barat yang "Juara Lahir Batin".

    Hal tersebut diungkapnya saat menghadiri acara Halal Bihalal bersama Keluarga Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), di Ruang Serbaguna, Gedung CRCS, di Kampus ITB Bandung, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (18/6/19).

    "Khususnya ITB, Jawa Barat punya sebelas alumni ITB. Di antaranya dua asisten daerah, dan sisanya kepala dinas," ujar Gubernur.

    "Ada yang Teknik Sipil, Planologi, Teknik Lingkungan, Geologi, dan lain- lain. Kemudian juga pejabat eselon lainnya, juga ada tim penasehat juga beberapa alumni ITB, juga dari universitas lainnya,"  tambahnya.

    Untuk melakukan pembangunan di Jawa Barat, lanjut Gubernur, dibutuhkan kolaborasi nyata. Pun dalam kolaborasi, tiap unsur, dengan rasa kebersamaan, akan merancang langkah- langkah terobosan untuk mengatasi keterbatasan pemerintah.

    Emil- panggilan Gubernur berharap, dari berkolaborasi bersama akademisi dapat membuahkan rumusan program dalam berbagai bidang, atau berbagai aspek pembangunan.

    "(Akademisi) Orang- orang pintar semua, semua orang lapangan, mesin lapangan, yang membantu Gubernur agar tepat memutuskan suatu kebijakan," katanya.

    Akademisi sendiri, lanjut Emil, memiliki knowledge power yang bisa menghadirkan inovasi, yang kemudian bisa diwujudkan bersama unsur Pemerintah dengan political power.

    Sehingga seorang Gubernur seperti dirinya membutuhkan inisiatif, gagasan, dan riset, berbagai fundamental pembangunan Jawa Barat.

    "Saya membuka diri meminta masukan dari para pakar. Sehingga saya tidak rugi waktu, dan produktif mengambil keputusan," kata Emil. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus