Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penyerapan Dana Tahun Jamak Baru Capai 9%

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/dprdjabar14.jpg

    BANDUNG- Dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur khususnya jalan yang membutuhkan dana yang besar, tetapi dukungan anggaran dalam APBD yang masih terbatas, Pemprov. Jabar bersama-sama DPRD Jabar telah menyetujui diterbitkannya Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pembiayaan Pembangunan Tahun Jamak.

    Sehubungan dengan diterbitkannya regulasi baru tersebut, ditunjang dengan telah mulai direalisasikannya beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur mulai tahun 2010, maka Komisi D DPRD Jabar, telah melakukan peninjauan terhadap kegiatan pembangunan infrastruktur yang didanai melalui pendekatan tahun jamak.

    Dari laporan serta merujuk kepada hasil peninjauan, terungkap penyerapan dana pembangunan infrastruktur baru mencapai 9%, ungkap Anggota Komisi D DPRD Jabar, Ine Purwadewi dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (1/11).

    Ine, dalam keterangannya memaparkan masih minimnya penyerapan dana tahun jamak yang baru mencapai 9%, terungkap dalam kegiatan peningkatan jalan Cikajang-Pameungpeuk. Peningkatan ruas jalan tersebut, sebagaimana dilaporkan pihak Dinas Bina Marga Jabar, nilai kontrak mencapai Rp.50.844.450.3874,71 dengan  kontrak dilaksanakan 20 Juni 2011.

    Kegiatan atas proyek tersebut, kontrak tahun pertama dilaksanakan dalam tahun 2011 sebesar Rp.19 miliar, kontrak addendum tahun I tambahan DIPA sebesar Rp.11,5 miliar sehingga jumlah keseluruhan kontrak di tahun ini sebesar Rp.30,5 miliar.

    Selanjutnya, rencananya untuk peningkatan jalan Cikajang-Pameungpeuk akan dilanjutkan di tahun 2012 dengan nilai kontrak sebesar Rp.20.344.450.384,71 dengan jenis kontrak unit price.

    Dari sisi rencana pendanaan patut diapreasi mengingat jangkauan proyek pembangunan jalan tersebut terbilang cukup luas, dengan lokasi proyek : Km.Bdg.88+200- Km.Bdg.91+428, Km.Bdg.125+924- Km.Bdg128+896, Km.Bdg.128+896, Km.Bdg.128+896- Km.Bdg.145+895, Km.Bdg.145+895- Km.Bdg.147+600.

    Sementara itu, dari sisi pelaksanaan program termasuk penyerapan dana, tentunya menjadi catatan karena realisasinya masih minim. Diakui, karena proyek tersebut bukan didanai melalui dana yang bersifat regular, tentunya kuantitas berikut kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian, jangan sampai di tahun ke dua sebagai batas akhir pelaksanaan kegiatan mengalami keterlambatan karena lambannya pelaksanaan kegiatan yang terukur melalui minimnya penyerapan anggaran.

    Ine, dalam bagian lain keterangannya menambahkan dalam rangka memacu tercapainya pembangunan infrastruktur khususnya jalan yang tepat waktu namun tidak mengabaikan aspek kualitas, realisasinya perlu dipadukan melalui pendanaan regular dan pendanaan tahun jamak.

    Di sisi lain, partisipasi dari pihak ketiga seperti BUMN, BUMD dan perusahaan swasta lainnya melalui dana CSR diharapkan turut serta berpartisipasi dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus