Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    OJK Bakal Fasilitasi Pemda yang Ingin Terbitkan Obligasi Daerah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33427.jpg

    BANDUNG - Terbatasnya APBD membuat rencana pembangunan daerah terhambat. Padahal upaya mendapatkan dana untuk membangun daerah bisa berasal dari pasar modal, bukan hanya bantuan dana dari pemerintah pusat.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan sudah banyak pemerintah daerah yang berkonsultasi untuk menerbitkan obligasi daerah agar mendapatkan dana segar untuk membangun sejumlah proyek didaerahnya. Namun diakuinya sampai hari ini, belum ada Pemda yang sudah berhasil menerbitkan obligasi daerah.

    "Sosialisasi terus kami lakukan, beberapa Pemda seperti Jabar, Jateng dan Jatim, lalu Bali dan DKI Jakarta juga berminat menerbitkan obligasi daerah, memang sampaj saat ini belum ada yang sudah," jelasnya di kantor OJK Jabar Jalan Dago Kota Bandung, Kamis (20/6).

    Untuk Jabar, menurutnya rencana obligasi sudah dimulai sejak gubernur Ahmad Heryawan untuk membiayai sebuah projek besar. Namun karena proyek tersebut menjadi proyek nasional dan dikelola oemerinta kabupaten, rencana itu akhirnya batal.

    "Bahkan sudah dapat ijin prinsip dan ijin dari DPRD Jabar, tapi batal karena proyeknya milik pusat .

    Ia mengatakan obligasi daerah bisa dilakukan untuk sejumlah proyek yang bisa memberikan keuntungan, karena tentunya harus ada pemasukan untuk membayar bunga bagi masyarakat yang membeli obligasi.

    "Jabar itu potensial sekali. Misal untuk membangun kawasan wisata bisa menggunakan dana obligasi, atau membangun jalan berbayar atau kereta api," jelasnya.

    Memang banyak yang harus disiapkan. Misalnya harus ada yang akan mengurus pembayaran kupon obligasi, memantau pembangunan proyek yang dibiayai obligasi dan lain-lain. "Jadi struktur Pemda juga harus dibenahi dulu, lalu prospek bisnis nya juga harus jelas sehingga menarik minat pembeli obligasi," jelasnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus