Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pusat Rehabilitasi Elang Kamojang, Satu-Satunya Pusat Rehabilitasi Elang di Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33605.jpg

    KAB.GARUT-Pusat rehabilitasi Elang Kamojang disebut sebagai pusat rehabilitasi burung Elang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Pusat rehabilitasi Elang seluas kurang lebih 11 Ha itu berada di daerah pegunungan Darajat dekat pembangkit listrik tenaga geothermal Kamojang, Kabupaten Garut. Zaini Rachman, manajer pusat rehabilitasi Elang menyebutkan, pusat rehabilitasi itu dibangun sejak 2014 lalu.

    "Mulai diinisiasi tahun 2013, dan terelaisaai tahun 2014 atas kerjasama tiga pihak yaitu BKSDA kementerian Lingkungan Hidup, Pertamina dan LSM atau komunitas Raptor Indonesia," ujar Zaini yang ditemui di lokasi, Minggu (8/7/2019).

    Menurut Zaini, pusat rehabilitasi didirikan dengan alasan mencegah kepunahan burung elang dari berbagai jenis dan berbagai daerah di Indonesia. Pusat rehabilitasi memiliki tiga fungsi utama.

    "Yang pertama melakukan rescue, kemudian rehabilitasi, lalu ada fungsi edukasi untuk masyarakat," jelasnya.

    Puluhan Elang yang berada di pusat rehabilitasi itu saat ini berasal dari berbagai daerah se-Indonesia yang datang pertamakali dengan berbagai kondisi.

    "Ada yang hasil penangkapan dari masyarakat, ada masyarakat yang awalnya memelihara lalu menyerahkan secara sukarela dan lain-lain. Kondisi saat didapatkan juga beragam. Ada yang patah sayap, patah kaki dan dalam keadaan sakit karena berbagai sebab," papar Zaini.

    Untuk mengoperasikan pusat rehabilitasi, Zaini menuturkan, ada 1 orang dokter hewan dan belasan relawan yang siaga setiap hari di lokasi. Sedangkan fasilitas yang ada antara lain, puluhan kandang untuk perawatan, satu unit bangunan klinik lengkap dengan peralatan medisnya, kawasan edukasi, dan kawasan pelepasliaran. (Pun) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus