Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bio Farma Ekspor Perdana Produk Baru ke Angola

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33721.jpg

    BANDUNG - BUMN Bio Farma kembali melepas ekspor produk terbarunya, ke  Angola, berupa Monovalent Oral Polio Vaccine type 2 (mOPV2), sebanyak 3,4 juta dosis yang akan digunakan untuk pencegahan penyebaran virus polio liar type 2 di kawasan tersebut, Selasa (16/7), di Kantor Bio Farma di Bandung. 

    mOPV2 merupakan produk yang baru saja mendapatkan Prakualifikasi (PQ) WHO pada bulan Juni 2019 yang lalu, dan merupakan produk terbaru Bio Farma yang dalam proses produksinya, memerlukan penanganan yang khusus, terkait dengan persyaratan containment, biosafety dan biosecurity virus polio type 2.

    Turut hadir dalam pelepasan perdana ekspor ini antara lain, Jajaran Direksi Bio Farma, Direktur Produksi Juliman, dan Direktur Pemasaran Sri Harsi Teteki, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) yang diwakilkan oleh Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes, Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor dan Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional Kementerian PPN / Bappenas, Ir. Wisnu Utomo, M.Sc.

    Penyediaan vaksin mOPV2 ini merupakan kepercayaan dari The United Nations Children's Fund (UNICEF)  kepada Bio Farma, yang merupakan kelanjutan permintaan dari the Global Polio Eradication Initiative (GPEI) dan – WHO pada bulan Agustus 2018, untuk melakukan stockpiling mOPV2 guna mengantisipasi terjadinya global outbreak virus polio liar type 2.

    Sri Harsi Teteki mengatakan, total kontrak penyedian vaksin mOPV2 dengan UNICEF adalah sebanyak 60 juta dosis, dan untuk teknis pengiriman ke negara tujuan akan diatur  oleh UNICEF.

     “Alhamdulillah, Bio Farma  mendapatkan kepercayaan dari UNICEF pada Juni 2019 yang lalu, untuk penyediaan finished product vaksin mOPV2 sebanyak 60 juta dosis. Dari 60 juta dosis tersebut, sebanyak 3,4 juta dosis pertama akan kami kirimkan ke Angola dalam bentuk finished product”, Ujar Sri Harsi Teteki

    Melanjutkan informasi sebelumnya, Sri Harsi Teteki mengungkapkan bahwa selain Angola, rencana pengiriman selanjutnya adalah Somalia dengan jumlah sebanyak 633 ribu dosis dan Ethiopia sebanyak 1.14 juta dosis. HSaat ini Bio Farma sedang berkomunikasi secara intensif dengan UNICEF terkait jadwal pengirimannya.

    Sri Harsi menambahkan selain 60 juta dosis finished product, Bio Farma juga diminta untuk menyediakan 350 juta dosis mOPV2 dalam bentuk bulk (konsetrat vaksin mOPV2). Penyediaan mOPV2 dalam bentuk bulk ini juga merupakan bagian dari the Global Bulk Stockpile sesuai permintaan GPEI-WHO melalui UNICEF sebagai procurement agency WHO. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus