Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Cara UKM Tembus Pasar Internasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33744.jpg

    BANDUNG - Usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) mengambil peran cukup besar sebagai penggerak roda perekonomian nasional. Menurut Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diprediksi akan terus tumbuh hingga 5 persen di tahun 2019. 

    Tahun lalu, kontribusi UMKM terhadap (PDB) tahun 2018 lalu mencapai sekitar 60,34 persen. Diperkirakan untuk tahun ini bisa mencapai angka 65 persen atau sekitar Rp 2.394,5 triliun.

    Salah satu daerah yang terkenal dengan tingginya pelaku UMKM adalah Kota Bandung. Produk UMKM yang banyak diproduksi di Bandung adalah hasil industri kreatif antara lain produk fesyen, kecantikan, kerajinan tangan, hingga aneka makanan dan minuman. Semua produk tersebut diminati tak hanya di pasar nasional tetapi juga dalam lingkup pasar global.

    “Pertumbuhan positif ekonomi digital menuntut inovasi dan strategi sebuah instansi atau perusahaan dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, JNE pun terus mengembangkan berbagai sektor, agar kebutuhan pengiriman masyarakat dapat terpenuhi di setiap proses dalam aktifitas pengiriman paket,” ungkap Hasmeliyani Suseno, Deputy GM JNE dalam JNE Kopiwriting di Bandung (18/7).

    Hal tersebut didukung oleh Iyus Rustandi, Branch Manager JNE Bandung yang mengungkapkan bahwa dalam 5 tahun perkembangan UMKM sangat meningkat pesat. JNE yakin hampir seluruh produk yang dikirim di JNE Bandung merupakan produk lokal. “Ratusan ribu kiriman per hari menggambarkan bahwa Bandung merupakan tempat ekonomi kreatif yang sangat potensial,” ungkap Iyus.

    Salah satu kontribusi JNE dalam mendukung pengembangan UMKM adalah dengan mendigitalisasi berbagai produk layanan mau pun fasilitas yanh dapat dimanfaatkan pelanggan JNE dan pelaku UMKM. Salah satunya, fasilitas digital payment yang cashless untuk memudahkan pelanggan ketika bertransaksi untuk mengirimkan paketnya melalui JNE yang dalam waktu dekat akan di-launching. 

    Inovasi tersebut juga ditujukan untuk memudahkan pelaku UMKM mengembangkan usaha.
    Selain itu, Hasmeliyani juga mengungkapkan bahwa kini para creator dalam industri kreatif di Bandung dan sekitarnya dapat fokus dalam mengembangkan produknya tanpa khawatir dengan proses penyimpanan mau pun distribusi produk mereka ke konsumen. Hal tersebut karena, JNE Bandung menyediakan e-fulfillment logistic dan ke depannya akan dikembangkan juga di kota – kota lainnya.

    Dalam kesempatan yang sama turut hadir pula Noneng Komara, Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat. Menurutnya, tantangan yang dihadapi oleh UMKM yaitu permodalan, sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan pemasaran. Oleh karena itu, Deskranada melakukan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM, baik di kecamatan mau pun kabupaten Bandung, serta menggelar pameran untuk mempromosikan produk juga mempertemukan penjual dengan pembeli agar dapat mengetahui minat pasar. 

    “Ajang temu bisnis sangat penting untuk perkembangan UMKM, selain untuk mempertemukan mereka dengan penjual, momen ini juga untuk menjaring produk unggulan yang berpotensi dapat dipromosikan ke pasar ekspor. Deskranada juga akan ikut pameran ke Moskow, Rusia membawa produk lokal Jawa Barat pada Agustus 2019 mendatang” ungkap Noneng. JO

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus