Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemilik Cathay Pacific Tertarik Kembangkan Bandara di Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33804.jpg

    INGGRIS – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemilik maskapai Cathay Pacific, Swire Group, tertarik membuka terminal kargo di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Selain itu, Swire Group dan Manchester Airports Group, perusahaan pengelola dan investasi bandara, berminat mengembangkan BIJB Kertajati, Nusawiru Pangandaran, dan Cikembar Sukabumi.

    "Bandara Kertajati kan baru dikembangkan 25 persen, jadi masih bisa berkembang lebih lagi. Bulan depan mereka akan datang ke Jabar untuk penjajakan lebih lanjut," ucapnya di London, Inggris, Rabu (23/7/2019).

    "Mereka ini berpengalaman mengelola bandara yang awalnya tidak berkembang, mereka ambil alih dan berhasil. Kita tawarkan pengembangan bandara Nusawiru Pangandaran dan Cikembar Sukabumi," lanjutnya.

    Emil –demikian Ridwan Kamil disapa—menyatakan, pengembangan bandara Nusawiru Pangandaran dan Cikembar Sukabumi dapat menggerakkan perekonomian Jawa Barat.

    Sedangkan, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dam Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Eddy IM Nasution mengatakan bahwa Swire Group dan Manchester Airports Group akan berkunjung ke Jawa Barat untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut.

    "Kalau Cathay Pacific mau masuk, BIJB akan berkembang pesat," katanya.

    Bandara Nusawiru Pangandaran sendiri adalah bandara yang berada di Cijulang, Kabupaten Pangandaran yang berjarak 6 kilometer dari Grand Canyon –salah satu destinasi wisata Pangandaran. Bandara tersebut hanya bisa didarati oleh pesawat jenis ATR karena memiliki Panjang runway 1.400 meter dan lebar 30 meter. Sementara itu, Bandara Cikembar Sukabumi masih dalam tahap pembebasan lahan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus