Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur, “Membaca dan Menulis, Hak Setiap Orang”

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Gub-di_Sukabumi.jpg

    SUKABUMIKAB-Kondisi keaksaraan berpengaruh pada kondisi lainnya. Orang tidak bisa membaca dan menulis akan jauh tertinggal dari lainnya. Akan tertinggal penguasaan pengetahuan dan saat akhirnya ia akan tertingga dari tingkat pencapaian kesejahteraannya. Dengan bisa membaca, dan menulis percaya dirinya naik sepuluh kali lipat. Dengan membaca ia bisa bersaing dengan lainnya. Cucunya bisa baca, neneknya juga bisa baca. Cucunya bisa baca resep, neneknyapun bisa membaca. Hak bisa membaca, hak bisa menulis tidak dibatasi oleh umur.

    Hal demikian dikemukakan Gubernur Ahmad Heryawan, Selasa (8/11) di Desa Citepus Pelabuhanratu Kab. Sukabumi ketika mengikuti acara Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2011.

     50 % buta aksara yang ada di Jabar berada pada umumr 50 tahun keatas. Jadi walaupun seseorang sudah punya cucu dan ia menjadi seorang kakek, maka mempunyai tetap memiliki hak untuk berpendidikan, melalui membaca dan menulis, jelas Gubernur Ahmad Heryawan.

    Kemajuan, kesejahteraan dan kekayaanpun diperoleh melalui pendidikan. Seseorang bisa memakmurkan dirinya, hanyalah dengan pendidikan.  Kemajuan kehidupan dirinya adalah ilmu pengetahuan. Contoh : kekayaan yang berlimpah di Kab. Sukabumi akan menjadi kesejahteraan bagi masyarakatnya hanyalah dengan pendidikan yang menghasilkan pengetahuan, ujarnya.

    Gubernur mencontohkan soal perikanan betapa pentingnya ilmu pengetahuan. Menurutnya, dirinya pernah menanyakan kepada petani ikan China soal tangkapan ikan tuna yang besar dan harganya satu milyar. Padahal ikan tuna tersebut hanya ada di perairan laut dalam, dan itu hanya di Samudra Hindia yang salah satunya di Indonesia (Jawa Barat), padahal di China tidak ada perairan dalam, maka jawabnya, jelas Gubernur  “kami menggunakan ilmu pengetahuan untuk mendapatkannya”.

    Karenanya, kita harus tingkatkan pendidikan usia dini. Dengan demikian akan mempermudah peningkatan usaha pendidikan setelah mereka berajak pada usia pendidikan.

    Gubernur menyinggung pula perlunya pemahaman dari kaum ibu dalam mendidik anaknya. Menurutnya, tidak boleh ada kekerasan dalam mendidik anak. Yang harus dikembangkan adalah pendidikan secara kasih sayang. Dengan kasih sayang, akan mempercepat si anak mengikuti pendidikan dan lebih memiliki rasa ketaatan kepada kedua orang tuanya.

    Kemudian Guberbur Ahmad Heryawan menyinggung pula tentang pembangunan ruang kelas baru, menurutnya, Pemerintah berusaha dalam waktu tiga tahun mulai tahun 2011 hingga 2013, akan membangun seribu ruang kerlas baru.

    Pada bagian akhir sambutannya Gubernur mengajak semua pihak untuk terus berupaya dan ber usaha meningkatkan pendidikan pendidikan.  Berbagai kemajuan, kesejahteraan dan peningkatan kualitas kehidupan tercapai. Oleh karena itu, dirinya akan terus berupaya tahun demi tahun meningkatkan kualitas pendidikan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus