Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bekerja Lebih Keras Lagi, Tuntas Tuna Aksara

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_3288-web-new.jpg

    SUKABUMIKAB-Menurut data dari Kemendiknas, terdapat 4,79 % atau sekitar tersisasi 8,3 juta orang di Indonesia yang masih buta aksara. Jumlah tersebut menurut penilaian internasional sudah dikatakan terdapat progres yang baik atau adanya kemajuan dalam penurunannya. Hanya masalahanya karena Negara Indonesia berpendudukan terbesar ke-4 di dunia, sehingga  kita masih menjadi penyandang tuna aksara dan  menjadi bagian 10 penyandang tunak aksara terbanyak di dunia, demikian disebuatkan Mendiknah Nuh yang sambutannya dibacakan Direktur Pendidikan usia Dini, di Sukabumi, Selasa (8/11) saat memberikan arahan pada acara Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Jawa Barat

    Menurut Mendiknas, Penduduk dunia mencapai  7 milyar dan dari jumlah penduduk dunia itu terdapat  796 juta penduduk buta aksara. Jumlah yang buta aksara itu ada di sepuluh negara terbesar  termasuk di Indonesia. Hanya saja di Indonesia, tidak separah di India yang berpendudukan 1 milyar. Di India terdapat  286 juta orang yang buta aksara.Di China yang berpenduduk 1,4 milyar terdapat 81 juta orang, dan di Bangladesh sebesar 58 juta orang.

    Di Indonesia sebenarnya sudah dianggap baik dan itu  diakui internasional. Menurutnya, hasil monitoring badan dunia setelah memonitor langsung ke penduduk yang salah satunya di Jawa Barat, terdapat keberhasilan. Hanya saja, Indonesia  masih mempunyai yang masih tuna aksara, yaitu sebesar  8,3 juta. Dengan perincian, sekitar 200 ribu orang terjadi pada usia 15 tahun hingga 24 tahun. Kemudian  24 tahun  hingga 45 tahun terdapat 1,7 juta orang (kelempok  usia produktif).Dan  45 tahun hingga tahun 55 tahun sekitar 2,5 juta, serta siasanya sekitar  pada 55 tahun ke ke atas sekitar 4 jutaan.

    Semua kelelompok  usia merupakan lingkungan keaksaraan. Semua kel umur berupaya dientaskan. Tahun 2012 akan dapat menuntaskan buta aksara hingga usaha 55 tahun.

    Menurut Mendiknas, mengajar keaksaraan bagi usia dewa berbeda dengan lainnya. Pendidikan keaksaraan diintegrasikan dengan pedidikan lokal, tepat guna, seni dan budaya. Bukan saja keaksaraan baca, tulis dan hitung saja,  tapi juga harus diintegrasikan dengan keaksaraan hati. Yang memiliki keaksaraan hati, walaupun kurang memiliki kosa kata yang banyak,tetap memiliki kekayaan yang dapat digunakan untuk lingkungannya.

    Mendiknas, memberikan apresiasi positif atas usaha jajaran dinas di Jawa Barat. Telah terlihat konsentrasi yang jelas dalam upayanya. Namun karena Jabar masih memiliki angka absolut tuna aksara, maka hal itu memerlukan usaha lebih keras lagi.

    “Kita akan berupaya, tentunya dengan didukung semua jajaran di daerah”,  menuntaskan tuna aksara itu pada tahun 2012, dan ini memerlukan kerja keras lagi. Namun, dengan kegigihan dan program yang jelas, kita akan berhasil, demikian harapan Mendiknas seperti yang disampaikan Direktur Pendidikan Usia Dini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus