Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ekspor Rotan Dapat Kembali Bergairah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/rotan.jpg

    Bandung - Pelarangan ekspor rotan yang diputuskan oleh Menteri Perdagangan akan menjadikan ekspor produk rotan kembali pulih. Namun memerlukan waktu pemulihan yang lama. Menurut Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komda Cirebon, Sumartja, diperlukan waktu sedikitnya setahun supaya ekspor produk rotan bergairah kembali.

    "Itupun dengan catatan SK pelarangan ekspor rotan telah diterbitkan oleh Menteri Perdagangan," kata Sumartja.

    Sumartja mengungkapkan telah ada kesepakatan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian serta Menteri Kehutanan yang didukung oleh beberapa gubernur di Kalimantan dan Sulawesi untuk melarang ekspor rotan.

    Sayangnya hingga kini Sumartja mengaku belum tahu tindak lanjut dari kesepakatan itu. Pasalnya surat keputusan (SK) mengenai larangan ekspor rotan itu sepengetahuan Sumartja belum ada.

    Pelarangan ekspor rotan mentah sejauh ini memang belum berdampak positif bagi perajin rotan, terutama di sentra kerajinan rotan Cirebon. Bahan baku rotan yang dibutuhkan oleh pengrajin masih sulit diperoleh.

    Sumartja menolak anggapan perajin rotan hanya menyerap komoditi rotan mentah dalam jumlah yang sedikit.  Menurut Sumartja ketika ekspor produk rotan masih berjalan dengan baik, dibutuhkan sebanyak 9000 ton rotan mentah setiap bulan.

    Saat itu volume ekspor produk rotan dari Cirebon bisa mencapai 3000 ton setiap bulannya.  "Setiap kontainer butuh 3 ton rotan mentah," urai Sumartja.

    Sumartja mendesak supaya SK pelarangan ekspor rotan secepatnya diterbitkan. Apabila telah diterbitkan, Sumarta optimis dalam waktu setahun produk rotan Indonesia mampu bersaing di pasar dunia. djo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus