Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mas Nanu: Ceta Cetok Kuminyar Ungkapan Pesona Berbagai Prilaku

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34039.jpg

    KAB. BANDUNG- Gelaran Ceta Cetok Kuminyar Sabilulungan yang akan berlangsung di ruas Jl. Al Fathu – Soreang Kabupaten Bandung, pada Minggu (18/08) mendatang memiliki makna yang luhur. Demikian dikemukakan Ketua Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (MASRI), Mas Nanu Munajar.

    Memurut Mas Nanu, gelar Ceta Cetok Kuminyar Sabilulungan ini diartikan Ceta adalah prilaku atau ulah yang menggambarkan sikap seseorang terhadap suatu kondisi, Cetok adalah penutup kepala yang digunakan masyarakat agraris yang berkaitan erat dengan masyarakat kabupaten bandung, Kuminyar berarti kemilau yang menggambarkan kebeningan dari pancaran cahaya sedangkan sabilulungan merupakan tempat dimana acara ini di gelar.

    "Acara dilaksanakan tepat di depan Gedong Budaya Sabilulungan yang menjadi kebanggan masyarakat kabupaten Bandung yang menggambarkan sikap gotong royong," kata Mas Nanu, di Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (15/08) 

    Mas Nanu menambahkan, property yang digunakan antara lain Cetok sebagai penutup kepala,  hihid sebagai media ungkap yang secara simbolis berkaitan dengan alat untuk mengkipas-kipas nasi yang masak (ngakeul) sehingga menjadi hangat, dan atau agar apinya tetap menyala, juga untuk mendinginkan hawa yang panas menjadi adem," jelasnya. 

    "Cetok itulah yang menjadi inspirasi untuk dijadikan sebagai media ungkap 
    pada pertunjukan tari yang akan disajikan pada perhelatan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bandung," ujarnya.

    Lewat cetok itulah menurut Mas Nanu, yang menjadi media ungkap utama pada sajian yang akan digelar dengan mengusung tema ”Ceta Cetok Kuminyar Bandung” yang dimaksud ceta cetok kuminyar bandung.yaitu, ceta adalah prilaku gerak ungkapan dari tubuh, cetok adalah memayungi kepala, sedangkan yang dimaksud dengan kuminyar artinya kemilau dan yang di sebut bandung adalah tempat dimana pagelaran ini berlangsung. 

    "Jadi ungkapan Ceta Cetok Kuminyar Bandung adalah ungkapan pesona berbagai prilaku gerak dan di padukan dengan properti cetok dan hihid untuk menambah semarak yang melalui suasana gumbira dan semangat dalam mengusung wujud syukur kemerdekaan," tambahnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus