Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PLN Jabar Tingkatkan Sinergitas dengan Stakeholder di Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34094.jpg

    BANDUNG-PT PLN Unit Induk Jawa Barat meningkatkan sinergitas dengan empat lembaga lainnya untuk mewujudkan listrik Jabar yang Juara.

    Bentuk sinergitas  itu dilakukan melalui penandatanganan bersama antara PLN dengan Pemprov Jabar, Polda Jabar, Pangdam III Siliwangi dan Dinas ESDM Jabar di Trans Hotel Bandung, Selasa (20/8). Penandatanganan dilakukan di sela kegiatan Multi Stakeholder Forum PLN di Wilayah Kerja Jawa Barat dengan tema Rempug Jukung Sauyunan Nyiptakeun Listrik Jabar Juara Lahir Batin.

    Evp PLN Jawa Bagian Tengah (JBT) Eko Yudo Pramono dalam sambutannya mengatakan saat ini PLN telah melakukan berbagai upaya untuk menyiapkan keandalan listrik di Jabar. Antara lain membangun saluran transmisi sepanjang 46 ribu KM termasuk membangun gardu induk 108 ribu MVA.

    "Selain itu PLN juga harus mengamankan aset yang ada, dimana sudah ada lebih dari 59 ribu MW yang harus dijaga," katanya.

    Pada kesempatan itu ia meminta maaf dan pengertian dari masyarakat Jabar terkait pemadaman listrik atau Blackout yang terjadi pada 4 Agustus lalu. Ia menegaskan PLN siap mengganti kerugian yang dialami masyarakat sesuai ketentuan berlaku.

    "Kalau kerugian PLN sendiri sekitar Rp 800 miliar. Tapi kerugian masyarakat jauh lebih besar, bisa sampai 10 kali lipat, sehingga mohon maaf atas insiden tersebut," katanya.

    Ia mengatakan kejadian itu sebagai tantangan sekaligus peringatan agar PLN senantiasa siap jika ada kejadian luar biasa. Untuk itu menurutnya perlu adanya kerjasama dengan sejumlah stakeholder termasuk di Jabar dalam menjaga kondusifitas pasokan listrik.

    "Kejadian kemarin karena pohon, jadi ke depan harapannya kerjasama dengan Pemda dan aparat untuk sosialisasikan kepada masyarakat tentang perlunya pemangkasan pohon yang diduga bisa mengganggu aliran listrik," tuturnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus