Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPS Jabar Siap Suskeskan Sensus Penduduk 2020

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34154.jpg

    BANDUNG - Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, dimana sekitar 18% penduduk Indonesia ada di Jawa Barat. Kondisi ini tentunya merupakan potensi besar juga dikelola dengan baik, sehingga diperlukan data kependudukan yang akurat.

    " Dengan jumlah generasi milenial di 2019 sebesar 32,86% terhadap total penduduk, maka Jawa Barat memiliki potensi besar," ujar Kepala BPS Jabar Dody Herlando dalam acara JAPRI di Gedung Sate, Bandung. 

    Menurutnya, suksesnya dan tidaknya sensus Penduduk di 2020 nanti, sangat tergantung pada tingkat partisipasi seluruh komponen masyarakat di Jawa Barat.

    " Menjelang era data kependudukan baru, mari sama-sama berpartisipasi dalam menyukseskan Sensus Penduduk 2020, melalui Sensus Penduduk Online pada Februari-Maret 2020," jelasnya.

    Pada tahun 2020 Indonesia akan melaksanakan Sensus Penduduk. Berdasarkan amanat Undang-Undang no 16 tahun 1997 tentang Statistik, rekomendasi PBB dan menuju satu data kependudukan Indonesia, BPS akan menyelenggarakan SENSUS PENDUDUK (SP2020). 

    Tujuan Sensus Penduduk adalah untuk mendapatkan informasi jumlah, komposisi, distribusi dan karakterisitik penduduk. Manfaat yang dapat diperoleh dari SP2020 adalah mengetahui jumlah penduduk menurut wilayah sampai wilayah lingkungan terkecil (RT); diperoleh data dasar yang dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan pembangunan seperti penyediaan sarana kesehatan, pendidikan, perumahan, dan lain sebagainya; serta manfaat tertib administrasi kependudukan.

    Sensus adalah pekerjaan besar seluruh bangsa Indonesia. Jika pada tahun 2010 penduduk Jawa Barat mencapai 43,05 juta jiwa, dengan berbagai asumsi demografi diproyeksikan pada tahun 2020 penduduk Jawa Barat akan ada sekitra 49,94 juta jiwa. Perkiraan tersebut akan terkonfirmasi dengan hasil penghitungan sensus yang sesungguhnya di tahun 2020.

    SP2020 adalah sensus ke-7 yang dilakukan Indonesia sejak kemerdekaan. Menjelang era data kependudukan baru dan sesuai dengan salah satu rekomendasi PBB, pada 2020 Sensus Penduduk akan dilaksanakan dengan Metode Kombinasi. Metode kombinasi digunakan sebagai upaya transisi dari sensus dengan metode tradisional menuju sensus dengan metode berbasis registrasi (UNECE 2018 - Guidelines on the use of registers and administrative data for population and housing censuses). 

    Metode kombinasi akan menjawab polemik berbedanya jumlah penduduk versi BPS dan Adminduk yang selama ini terjadi, karena memang konsep definisi, metodologi dan waktu pencatatan keduanya berbeda.

    Inovasi yang dilakukan pada SP2020 adalah pemanfaatan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai kerangka data dasar. Data registrasi penduduk yang dimiliki oleh Kemendagri akan digunakan sebagai acuan petugas dalam melakukan pencacahan. 

    SP2020 juga memanfaatkan Computer Aided Web Interviewing (CAWI).Melalui metode CAWI, setiap orang dapat memperbaharui data pada web yang telah disediakan secara mandiri. CAWI akan dilakukan pada Februari – Maret 2020. Selanjutnya pada bulan Juli 2020 akan dilakukan pendataan oleh petugas bagi penduduk yang belum terdaftar dalam daftar penduduk. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus