Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Siap jadikan UNPAD Kampus Anti Radikalisme

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34227.jpg

    BANDUNG - Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kuliah umum Anti Radikalisme di Perguruan Tinggi. Acara yang merupakan rangkaian dari proses penerimaan mahasiswa baru ini diikuti oleh sekitar 1.000 orang mahasiswa baru Unpad Tahun Akademik 2019/2020 dengan menghadirkan narasumber kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. 

    "Acara ini bertujuan untuk mencegah radikalisme dengan memaksimalkan pcran pcrguruan tinggi," ujar PLT Rektor UNPAD Rina Indiastuti, Kamis (29/8).

    Ia menegaskan  Unpad memiliki komitmen dalam mencegah gerakan radikalisme oleh mahasiswa, pimpinan, dosen dan tenaga pendidikan. 

    “Tampilkanlah sikap dan perilaku baik yang mencerminkan nilai-nilai Iuhur Unpad serta berusahalah untuk bisa memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Unpad dan kita semua berkomitmen menjaga integritas untuk tidak melakukan korupsi serta bersikap antiradikalisme. Jagalah selalu kesatuan, kekompakan, dan sinergitas saudara untuk mewujudkan Unpad Ngahiji dan Unpad Kahiji,” Ujar Prof. Rina .

    Tindakan radikalisme dan terorisme sedang gencar dimitigasi dan ditangkal pemerintah melalui berbagai elemen. Dalam menangani situs-situs radikal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan sejumlah langkah agresif agar penyebarluasan paham radikalisme di masyarakat bisa diantisipasi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan segera menutup situs-situs yang memuat konten radikal. 

    Upaya tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa seiring dengan menyebarluasnya tindakan terorisme yang tidak disadari masyarakat maka perlu upaya pencegahan dan penanggulangan. Untuk itu pihak BNPT telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kementerian untuk bekerjasama melakukan pencegahan terorisme. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus