Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Warga Tasikmalaya Rasakan Dampak Positif Program Sekoper Cinta

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34307.jpg

    KOTA TASIKMALAYA–Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Lina Marlina Ruzhan menyatakan, program Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita) yang diluncurkan pada Oktober 2018 sudah membuahkan hasil. 

    "Alhamdulillah ibu-ibu sudah sukses menerapkan apa yang kita ajarkan di program Sekoper Cinta ini di rumah masing-masing," kata Lina dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sekoper Cinta di Aula Kelurahan Karikil, Kota Tasikmalaya, Kamis (5/9/19). 

    Lina berharap para peserta program Sekoper Cinta, khususnya di Kampung Munjul Tasikmalaya, menularkan ilmu yang telah didapatnya, sehingga pemberdayaan perempuan dapat merata.

    "Nah, ibu-ibu jangan berpuas diri kalau sukses sendiri. Harus ajak orang lain di sekitar ibu untuk belajar juga. Ajari mereka, sebarkan lagi apa yang sudah ibu pelajari," ucapnya.

    Sementara itu, salah satu masyarakat Kampung Munjul bernama Muni mengatakan, kondisi keluarganya membaik setelah mengikuti program Sekoper Cinta. Dalam program tersebut, dia mendapat pelatihan memasak dan berkreasi di bidang tata boga. Saai ini, dia mulai membangun usaha di sektor kuliner untuk membantu ekonomi keluarga. 

    Selain Muni, Nani juga mengatakan, program Sekoper Cinta mampu membuat kondisi keluarganya membaik. Dia sendiri diajari tata cara pemanfaatan lahan pekarangan untuk dijadikan apotek hidup. 

    "Selama program ini, saya diajari cara memanfaatkan pekarangan menjadi produktif. Saya juga senang belajar dan membaca, jadi perempuan akan semakin kuat dan bermartabat," kata Nani.

    Pun demikian dengan Enok yang merasakan dampak dari program Sekoper Cinta. Menurut dia, program tersebut mampu membuat komunikasi dalam keluarga semakin baik. Sebelum mengikuti Sekoper Cinta, kata dia, kerap terjadi pertentangan di dalam keluarga karena komunikasi terhambat.

    "Sekarang saya bisa berubah dalam berperilaku pada suami. Keluarga saya lebih mesra dan bahagia. Suami juga betah dirumah," katanya.

    Sedangkan, Ketua Tim Monev Program Sekoper Cinta Inge Wahyuni melaporkan, ada 100 peserta didik Sekoper Cinta asal Kampung Munjul yang telah mengikuti pelatihan selama tiga bulan. Selain belajar soft skill dan pengembangan karakter, para peserta juga diberikan materi keahlian khusus, seperti tata boga, tata busana dan rias pengantin sebagai bekal untuk berwirausaha.

    Inge menuturkan, dari seluruh peserta yang telah selesai menjalani program, diharapkan setidaknya 60 persen menjadi wirausaha.

    Selain itu, Inge juga mengatakan, ada sekira 2.700 peserta program Sekoper Cinta dari seluruh Jawa Barat yang sudah selesai mengikuti rangkaian pelatihan, dan akan diwisuda pada Oktober 2019 di Kota Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus