Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dorong Kemajuan Ekosistem Dunia Usaha, SBM ITB Jawab tantangan Industri 4.0

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34454.jpg

    BANDUNG (14/9/2019). Guna menjawab tantangan industri 4.0,  SBM ITB telah melakukan perubahan kurikulum 2018 dan sudah mulai diimplementasikan pada tahun 2019. Hal ini disampaikan oleh Sudarso Kaderi Wiryono kepada media, saat membuka Kompetensi Mahasiswa bidang Ilmu Bisnis Manajemen dan Keuangan, 13-14 September di Bandung. 

    “SBM ITB sudah memiliki mata kuliah bisnis berbasis teknologi yang didukung keberadaan laboratorium manajemen teknologi. Arahnya mendorong tumbuhnya bisnis yang berdasarkan pada teknologi agar memiliki nilai tambah yang lebih besar,"tegas Sudarso

    “kami rutin gelar kompetisi untuk mahasiswa, untuk turut terlibat dalam mendorong kemajuan ekosistem dunia usaha, manfaat lainnya bagi mahasiswa yaitu memiliki jaringan atau network sehingga akan lahir ide-ide bisnis yang baru”.

    Sedangkan, untuk staf pengajarnya sendiri, tambah Sudarso, SBM ITB selalu meng-up grade melalui forum knowledge cafe yakni sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan sehingga bisa diketahui perkembangan ilmu teknologi terbaru di masa yang akan datang. "Jangan sampai apa yang diberikan kepada para mahasiswa sudah tidak relevan lagi di masa yang akan datang," imbuh Sudarso

    Staf pengajar SBM ITB juga memiliki landasan yang sangat kuat akan ilmu pengetahuan yang akan diberikan sehingga mampu beradaptasi secara cepat.

    Selain itu, dalam meng-upgrade pengetahuan para dosen, SBM ITB memiliki program continuous improvement yang dilakukan secara rutin 3 minggu sekali. Program ini mengadopsi konsep Kaizen dari Jepang. "Ini salah satu kelebihan SBM ITB,"pungkasnya

    "Kemampuan untuk beradaptasi, kemampuan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Itu yang harus diperhatikan,"ujar Sudarso

    "Kalau zaman dulu kita mikirnya harus straight line (garis lurus -red). Padahal di era disrupsi itu kan tiba-tiba terputus. Hal seperti ini menuntut kesiapan mahasiswa. Pada dasarnya bukan sesuatu yang linear atau tidak ada perubahan. Tapi sesuatu yang ada dan muncul secara tiba-tiba,"tambah Sudarso

    Selain itu, lanjut Sudarso, mahasiswa juga harus dibekali dengan kemampuan softskill seperti mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. "Secara formal kami sudah ada perubahan kurikulum kita sudah menuju ke sana," ujarnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus