Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tangkal Hoaks Dengan Budaya Lokal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita

    BANDUNG-Banyaknya berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya (hoaks) dan banyak beredar di sejumlah media, khususnya media sosial, akan sangat berdampak besar pada berbagai sisi, mulai dari sisi ekonomi, politik, pariwisata hingga sosial.

    Halnya yang pernah terjadi di Pangandaran beberapa waktu lalu, dengan adanya berita hoaks banyak calon pengunjung yang akan datang ke Pangandaran membatalkan rencananya karena adanya berita bohong. 

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Setiaji mengajak kepada para seniman dan budayawan lokal bisa turut berkontribusi dalam memerangi hoaks ini sehingga wisata di Jawa Barat, khususnya Pangandaran lebih baik lagi.

    "Kearifan lokal bisa menghantam hoaks dengan kita menonjolkan, seperti seni jaipongan digunakan, bagaimana dulu waktu Walisongo meggunakan media tradisional untuk menyiarkan agamanya dan tentu kita bisa menggunakan budaya lokal memberitakan berita baik untuk menangkal hoaks tadi," katanya.

    Setiaji optimis bahwa anak-anak muda Jawa Barat yang masih terus melestarikan budaya lokal tidak akan tergerus oleh budaya asing dan mereka juga bisa mempromosikannya ke dunia internasional sehingga menjadi atraksi yang cukup unik dan menarik.

    "Budaya lokal cukup menarik, unik dan tidak ditemui di negara lain sehingga banyak disukai oleh wisatawan mancanegara," ucap Setiadi, dalam acara Sosialisasi JSH di Kantor PSDKU Unpad Pangandaran, dengan tema “Memanfaatkan Kearifan Lokal Untuk Mencegah Hoaks, Tangkal Hoaks Dengan Kolaborasi”, Jumat (20/09).

    Setiaji juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Jawa Barat untuk jangan langsung memberitakan jika mendapatkan informasi yang belum tahu kebenarannya, tetapi harus di saring dulu sebelum dishare dan menggunakan teknologi ini secara arif dan bijaksana serta gunakan untuk kegiatan yang positif dan bersama-sama untuk hantam hoaks.

    "Kita ketahui bersama bahwa pengguna hp ini paling banyak itu di level umur anak muda, nah itu sangat rentan sekali disisipi berita-berita yang negatif dan tentunya kita harapkan generasi muda sebagai kepanjangtanganan kita untuk menangkal hoaks," pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus