Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    SBM ITB Kembangkan PRME, Sebuah Inisiatif PBB

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34704.jpg

    BANDUNG,- Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) tengah mengembangkan Principal Responsibility Management Educations (PRME) yang digulirkan Badan dunia Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).

    PBB sudah menggulirkan PRME sejak 2007 namun khusus untuk sustainable development goals di tahun 2015. Sedangkan SBM ITB mulai menerapkan metode tersebut sejak 2016 silam tujuannya memperkenalkan sustainable development goals atau SDGs kepada mahasiswa dan lingkungan sosial.

    "SBM sendiri mulai aktif lebih kurang 3 tahun terakhir," kata Head Division of Entrepreneurial Development SBM ITB, Melia Famiola Ph.D ketika ditemui di kampus SBM ITB, Jl Ganesha, Kota Bandung, Jumat (4/10/2019)

    Dia bertekad ingin menerapkan metode PRME di lingkungan SBM ITB. Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh beberapa sekolah bisnis lainnya di dunia. 

    "Kita ingin lebih agresif bagaimana memperkenalkan dan melaksanakan misi ini. Ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh sekolah-sekolah bisnis yang lainnya di dunia internasional," ujarnya  

    Selain itu, ada beberapa target yang ingin dicapai di tahun depan. Adapun, tujuan PRME yakni memperkenalkan sustainable development goals (SDGs) ke dunia pendidikan dengan memprioritaskan tiga hal. Pertama bagaimana menginklusifkan atau  memasukkan SDGs itu ke dalam kurikulum. 

    Kedua, bagaimana misi dari SDGs ini diterapkan dalam ekosistem pendidikan. Artinya, bukan hanya sekedar tercantum dalam kurikukum tapi juga aktivitas segala kegiatan di sekitar kampus itu bisa menterjemahkan PRME. Selanjutnya, melakukan riset yang merupakan bagian dari metodologi dalam pengajaran.

    Melia menegaskan learning goals dan learning objective ini diintegrasikan dengan petunjuk yang sudah dikembangkan PBB yakni sustainable for responsibility. 

    "Jadi PBB sudah menjelaskan misi-misi dari setiap SGDs itu seperti bagaimana implementasinya secara kognitif serta behaviour. Nah, dunia pendidikan itu harus membangun tiga hal tersebut dan wajib diberikan kepada mahasiswanya,"tegasnya

    Dia mencontohkan para mahasiswa harus peduli terhadap lingkungan sosialnya, mempunyai inisiatif untuk melakukan perubahan, kemudian menjadi bagian dari perilaku mereka.

    "Harapannya bisa diterapkan di SBM ITB. Periode perkulihan di SBM ITB hanya 3 tahun sehingga bisa dipetakan dengan mudah,"katanya

    Melia menjelaskan untuk tahun pertama khusus di kurikulum diharapkan mahasiswa mempunyai wawasan tentang bagaimana kondisi masyarakat, kondisi lingkungan kita secara umum sehingga mereka memiliki kepedulian dan mampu membedakan dampak positif maupun negatifnya dari penerapan teknologi.

    Tahun kedua, para mahasiswa bisa mengintegrasikan metode tersebut  menuju ke arah kognitif sehingga mereka menyadari bahwa hubungan antara sosial lingkungan sekitar kita itu dengan bisnis bisa berdampak positif.

    "Karena sekolah bisnis harus mampu menawarkan solusi. Bisnis itu adalah memecahkan masalah bukan sebaliknya,"tegasnya

    Selanjutnya, pada tahun ke-3 mahasiswa diharapkan sudah memiliki inisiatif untuk menggerakan masyarakat agar tumbuh kesadaran menyadari dalam menjaga lingkungan.

    "Jadi itu sebenarnya misi pendidikan SBM ITB," tutup Melia. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus