Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hadapi Kemarau, Stok Pangan Aman

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34738.jpg

    BANDUNG- Musim kemarau yang saat ini melanda sebagian besar wilayah di Indonesia mengakibatkan terganggunya pertumbuhan tanamam padi di daerah-daerah penghasil padi nasional serta sejumlah komoditi pangan lainnya.

    Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Bandung, Usep Awaludin mengatakan, meski musim kemarau yang melanda wilayah Kota Bandung cukup panjang namun tidak mengganggu ketersediaan pangan di Bandung.

    "Pasokan pangan di Kota Bandung sepanjang musim kemarau ini masih mencukupi, tidak ada gejolak pangan. Masih lancar, pasokan dan distribusi untuk Kota Bandung," kata Usep, dalam acara Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Selasa (08/10).

    Memurut Usep, bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti beras, daging, telur, cabai sebagian besar dipasok dari sejumlah wilayah di Jawa Barat dan luar Jawa Barat, seperti dari Kabupaten Bandung, Sumedang dan Jawa Tengah.

    "Kita memiliki cadangan pangan seperti beras mencapai 80 ton per tahun, cadangan beras tersebut digunakan untuk hal yang ‘urgen’ seperti bencana, kebakaran dan banjir serta juga disalurkan melalui ATM beras bagi warga miskin yang tidak dapat bantuan pangan nontunai. sekitar 2,5 kilogram per pekan,” jelasnya. 

    Usep menyatakwn, ketersediaan pangan yang dimilik Pemkot Bandung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih bisa mencukupi sampai dengan bulan Juni 2020 mendatang. 

    “Bulog sudah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga Bandung. Meskipun masih dalam musim kemarau, stok pangan masih mencukupi, karena kita sudah panen besar sebelumnya,” jelas Usep. 

    Namun menurut Usep, ntuk menambah ketersediaan pangan bagi keluarga, Dispangtan mendorong kepada warga Kota Bandung untuk melakukan Urban Farming, dimana pada tahun 2015, Kota Bandung sudah melakukan gerakan tersebut dengan memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal. 

    “Urban Farming untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan, seperti produksi sayuran dan juga bisa melakukan vertikan garden,” ujarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus