Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Genjot Sektor Pariwisata, Arief Yahya: Butuh Lulusan Standar Global

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34877.jpg

    BANDUNG,- Sektor pariwisata Indonesia ditetapkan sebagai sektor unggulan penyumbang ekonomi tanah air. Kemajuan pesat sektor ini diproyeksikan menjadi core economy sekaligus penyumbang devisa terbesar di Indonesia lima tahun ke depan. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang dibekali ilmu standar internasional atau global.

    Demikian disampaikan Menteri Pariwisata RI (Menpar), Arief  Yahya saat menghadiri kegiatan malam syukuran Wisuda SBM ITB di Hotel Continental, Kota Bandung, Kamis (17/10/2019) malam. 

    Ke depan, kata Arief, guna menjawab tantangan global, suatu negara harus mampu menetapkan sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan perekonomiannya. "Kalau bahasa sekarang harus bisa menetapkan leading sektornya apa?,"imbuhnya

    Selanjutnya, mampu menetapkan alokasi sumber daya sesuai dengan leading sector tersebut. Jika tidak, maka tidak akan tercapai percepatan pembangunan perekonomian bangsa ini. 

    "Kalau mengalokasikan sumber daya seperti kinerja zaman dulu sudah tidak bisa lagi, tapi harus dibayangkan apa target yang akan kita capai,"jelasnya 

    Arief mengisyaratkan jika ingin bersaing di level dunia maka setiap institusi pendidikan khususnya dunia kampus agar menerapkan kurikulum standar internasional. 

    Ia mencontohkan salah satu perguruan tinggi kepariwisataan dibawah naungan Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) sekitar 30 persen lulusannya bekerja di luar negeri dengan jabatan Manager maupun General Manajer. 

    "Untuk itu saya membuat standar kurikulum level dunia dan sertifikasinya level regional. Intinya kalau mau jadi global player harus selalu menggunakan global standard termasuk dalam pembinaan SDM,"tegasnya 

    Seperti diketahui, berdasarkan catatan Kemenpar RI, sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat dari US$12,2 miliar pada 2015, menjadi US$13,6 miliar di 2016, dan naik lagi menjadi US$15 miliar pada 2017. Pada 2018 ditargetkan meraup devisa US$17 miliar, serta pada 2019 dibidik menyumbang devisa nomor satu mengalahkan sektor lain dengan proyeksi nilai sebesar US$20 miliar.

    "Saya optimistis tahun ini dan lima tahun ke depan, industri pariwisata menjadi salah satu yang menyumbangkan devisa terbesar, mengalahkan sektor lain dengan proyeksi nilai sebesar US$20 miliar,"pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus