Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    RSJ Jawa Barat Hadirkan Kampung Walagri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34924.jpg

    KAB. BANDUNG BARAT- Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat mencatat bahwa angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bagaikan fenomena gunung es, dimana masih banyak ODGJ di Jawa Barat yang tidak tercatat.

    Untuk mempercepat rehabilitasi sekaligus menciptakan rehabilitan yang produktif Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui RSJ Jawa Barat menghadirkan Kampung Walagri (Wahana Layanan ODGJ Mandiri) dan Crisis Center pelayanan kesehatan jiwa yang ada di RSJ Cisarua dan klinik utama Graha Atma Bandung. 

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kehadiran Kampung Walagri sebagai salah satu cara untuk mempercepat rehabilitasi pasien dan sekaligus menciptakan rehabilitan yang produktif.

    "Saat keluar dari tempat rehabilitasi selain sehat juga memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidup. Karena di Kampung Walagri ini mereka juga diberi keahlian kewirausahaan," kata Uu, dalam acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day ke-27 Tingkat Provinsi Jabar, di RSJ Jawa Barat, Rabu (23/10).

    Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Fidiansjah menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Barat yang telah memiliki Kampung Walagri.

    "RSJ harus semakin siap untuk menampung dan melayani dengan cepat sehingga apa yang dialami ODGJ dan ODMK semakin cepat pulih dan menunjukkan kemandiriannya," ucapnya. 

    Fidiansjah menyatakan, kepala daerah harus terus mewujudkan standar pelayanan minimal di wilayahnya dengan menyiapkan sarana untuk ODGJ sesuai standar serta perlunya peran keluarga dalam menekan angka gangguan kejiwaan yang saat ini angkanya cukup tinggi.

    "Peran keluarga sangat penting untuk menekan angka gangguan kejiwaan, keluarga harus peka dan mampu melakukan deteksi dini," ujarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus