Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pembukaan SAIK 2019 “Melalui SAIK, Bakohumas Satukan Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34929.jpg

    Pangkalpinang, 24 Oktober 2019 -- Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK). Tahun ini Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tuan rumah perhelatan nasional tahunan tersebut. Tema yang diangkat adalah “Kolaborasi Komunikasi Untuk Memperkuat Persatuan dan Kedaulatan Bangsa.”

    Bertempat di Ballroom Novotel Bangka Hotel and Convention Centre, pembukaan SAIK 2019 berlangsung pada 24 Oktober 2019 dengan dihadiri oleh Bapak Abdul Fatah, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Prof Widodo Muktiyo Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, serta para pejabat eselon dua Kementerian Kominfo dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan “Diharapkan ke depannya makin banyak kebijakan-kebijakan dari pemerintah untuk menciptakan kesejukan dalam komunikasi yang sejalan dengan ideologi Pancasila.” 

    Dalam kesempatan yang sama dalam arahannya, Prof. Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo menyampaikan bahwa humas di daerah punya tanggung jawab yang sama dengan pemerintah di pusat dalam hal literasi media digital. Tantangan kita bersama adalah bagaimana menghadapi luberan informasi yang banyak di antaranya adalah informasi negatif. Humas pemerintah wajib memberikan penjelasn yan sebaikbaiknya agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi seluruh humas pemerintah baik di pusat maupun di daerah. “Kita harus bekerja bersama untuk membangun citra positif pembangunan negara baik di mata masyarakatnya maupun di mata dunia,” ujarnya.

    Kegiatan nasional ini melibatkan peserta yang terdiri dari pejabat humas Kementerian dan Lembaga, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi Negeri, Sekretariat Daerah dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi/Kabupaten/Kota, Lembaga Komunikasi Sosial Media Pertunjukan Rakyat dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

    Senafas dengan tema besar kegiatan SAIK 2019, tema yang diusung pada Forum Bakohumas Tingkat Nasional Tahun 2019 adalah “Peran Humas Dalam Menyuarakan Persatuan Untuk Memperkuat Kedaulatan Bangsa.” Pada forum ini, hadir para pembicara dari kalangan profesional yakni Prof. Rhenald Kasali, Pendiri Rumah Perubahan dan Rustika Herlambang, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, serta tiga orang pembicara yang mewakili pemerintah yaitu Dr. Karjono Atmoharsono, S.H., M.Hum., Sekretaris Utama Badan Pembinaan Indeologi Pancasila, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M., Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Prof. Henri Subiakto, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum.

    Setelah para pembicara menyampaikan materinya, peserta forum kemudian akan mengikuti Coaching Class Penyusunan Strategi Komunikasi yang akan dibagi ke dalam tiga kelas. Masing-masing kelas akan dipandu oleh para pakar yaitu Prof. Henri Subiakto, Prof. Gati Gayatri dan Andoko Darta dari Tim Komunikasi Presiden. Melalui keikutsertaan dalam coaching class ini, para humas pemerintah diharapkan dapat langsung mempraktekan bagaimana meyusun strategi komunikasi yang efektif terkait materi-materi yang diberikan oleh para pembicara di sesi sebelumnya.

    Melalu forum ini, para humas pemerintah diharapkan mendapatkan gambaran terkait tantangan besar yang dihadapi bangsa Inonesia terkait persatuan dan kedaulatan negara dalam bentuk hoaks dan ujaran kebencian. Lebih daripada itu, bagaimana kemudian kehumasan pemerintah dapat membangun narasi-narasi positif dan memunculkannya  di tengah kegamangan publik, dan pada akhirnya dapat mendorong partisipasi publik untuk ikut menyuarakan isu persatuan dan kedaulatan negara.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus