Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wakaf Salman ITB danYayasan Pondok Mualaf Bangun Masjid & Pondok Mualaf

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_34998.jpg

    BANDUNG- Wakaf Salman ITB sebagai nazhir wakaf di kota Bandung melakukan penandatangan kerjasama untuk membantu Yayasan Pondok Mualaf Indonesia dalam pembangunan Masjid & Pondok Mualaf di Kota Cimahi. 

    Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Wakaf Salman ITB, M. Khirzan Nazar Noe’man dan Ketua Umum Yayasan Pondok Mualaf Indonesia, Ustadz Ku Wie Han.

    Menurut Khirzan, kerjasama ini merupakan sebuah bentuk komitmen Wakaf Salman ITB untuk terus membangun infrastruktur yang dapat dijadikan fasilitas penunjang kegiatan keagamaan, khususnya kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh saudara-saudara mualaf. 

    "Wakaf untuk pembangunan masjid dan Pondok Mualaf ini diharapkan mampu menjadi bagian dari kesejahteraan saudara-saudara mualaf, dalam mempelajari Islam dan menjaga keistiqomahan," katanya.

    Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pondok Mualaf Indonesia, Ustadz Ku Wie Han menghaalrapkan, dengan pembangunan Pondok Mualaf diatas tanah wakaf seluar 320 m2 ini, jamaah yang hadir dapat teredukasi dan tergugah untuk berwakaf dan menjadi bagian dari kesejahteraan para mualaf dalam mempelajari Islam.

    "Kita akan bangun 3 lantai, lantai pertama sebagai masjid, lantai kedua untuk kantor dan ruang serbaguna dan lantai ketiga untuk ruang kelas dan pondokan," kata Ku Wie Han, di Masjid TSM, Sabtu (03/11).

    Menurut Ku Wie Han, para mualaf nantinya akan diberdayakan setelah memiliki kekuatan untuk bisa mandiri dan akan disalurkan ke pondok-pondok pesantren lain, atau ormas keagamaan lain.

    "Yang masuk pondok, kita prioritaskan yang awal masuk Islam, dan lama pembinaan kisaran 3 tahun, nanti bergantian, terus seperti itu," pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus