Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan III Bakal Melambat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita

    BANDUNG - Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2019 diprediksi akan mengalami perlambatan, terlihat dari menurunya angka penjualan eceran sejumlah kelompok produkai.

    Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penjualan eceran di Kota Bandung menurun pada Agustus 2019 dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 247,0 atau turun 6,1% (yoy). Penurunan ini lebih dalam dibandingkan bulan Juli 2019 yang turun sebesar 5,4% (yoy), dengan IPR 249,4. 

    "Penurunan penjualan eceran pada Agustus 2019 disebabkan oleh turunnya permintaan khususnya pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (-19,3% yoy). Penjualan eceran juga tercatat menurun pada kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (-9,3% yoy); Sandang (-8,9% yoy); Makanan, Minuman, dan Tembakau (-6,4% yoy); dan kelompok Barang Lainnya (-2,3% yoy)," ujar Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Dony P Joewono melalui siaran persnya.

     Sementara itu, peningkatan penjualan eceran terjadi pada kelompok Suku Cadang dan Aksesori (13,9% yoy); diikuti kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (10,2% yoy); dan kelompok Bahan Bakar Kendaraan (7,0% yoy).

    Hasil Survei Penjualan Eceran bulan Agustus 2019 ini searah dengan perkiraan kami bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III – 2019 akan melambat dibandingkan triwulan II – 2019, dengan kisaran 5,33% - 5,73% (yoy).

    Penjualan eceran diperkirakan membaik pada September 2019. Hal tersebut diindikasikan oleh IPR September 2019 yang diperkirakan sebesar 244,3 atau turun 1,9% (yoy), lebih tinggi dibanding Agustus 2019 yang turun 6,1% (yoy). 

    Membaiknya penjualan eceran terutama didorong oleh meningkatnya kinerja penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori (12,62% yoy); diikuti kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (9,74% yoy); serta kelompok Bahan Bakar Kendaraan (2,18% yoy). Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus