Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Puluhan Wakil Negara Dunia ikuti World Zakat Forum 2019

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35017.jpg

    BANDUNG - sedikitnya 33 negara hadir dalam Konferensi internasional WZF 2019. Konferensi ini merupakan kelanjutan dari konferensi tahun sebelumnya yang digelar di Melaka, Malaysia. 

    Konferensi yang digelar pada Desember 2018 ini menghasilkan “11 Resolusi Melaka 2018”, yang secara garis besar menyerukan penguatan kerja sama zakat global. 

    Sebelumnya, serangkaian konferensi diselenggarakan di Bogor (2011), New York (2014), Banda Aceh (2015), Kuala Lumpur (2015), Jakarta (2017), dan Melaka (2018). Awalnya, pada tahap inisiasi forum ini hanya memiliki 9 anggota dari Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Inggris, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi. 

    "Sekarang alhamdulillah kami memiliki 33 negara anggota, termasuk Bangladesh, Bahrain, Bosnia Herzegovina, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Amerika, Inggris, Turki, Vietnam, Australia, Maldive, Senegal, Liberia, Togo, Benin, dan Singa singa, yang menunjukkan minat yang tumbuh cepat dalam pergerakan zakat dunia yang semakin kuat ini," kata Ketua BAZNAS  Bambang Sudibyo, pada acara WJF di hotel Crown, Kota Bandung, Selasa (5/11).

    Dia mengungkapkan target jangka menengah WZF adalah memasukkan semua dari 39 negara anggota OKI dalam keanggotaan. Selain itu, WZF juga memiliki anggota asosiasi termasuk UNDP, UNICEF, IsDB, D-8, dan Bank Indonesia.

    Selama ajang WZF berlangsung, kata Bambang, 25 pembicara akan menyampaikan paparan mengenai pengelolaan zakat di era digital antara lain Dr. Syed Zafar dari India, Dr. Elnur Salihovic dari Bosnia-Herzegovina, Muhammad Lawal Maidoki dari Nigeria dan Dr. M. Ayub Miah Bangladesh. Selain itu dalam kegiatan ini juga digelar rapat tahunan yang akan diikuti oleh seluruh anggota WZF.

    “Para pembicara membahas berbagai materi seperti Fiqh kontemporer dalam zakat digital, peraturan dan peran pemerintah dalam digitalisasi zakat, manajemen zakat digital, manajemen risiko untuk lembaga zakat di era digital, memperkuat peran WZF melalui teknologi digital, serta mempererat kerja sama zakat antar negara di era digital,” paparnya.

    Selain negara peserta, hadir pula Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Indonesia, pimpinan daerah dan dinas terkait, akademisi dan peneliti, Lembaga Amil Zakat, Organisasi non pemerintah, Perwakilan institusi multinasional, Mahasiswa, dan masyarakat umum.

    Sementara itu, para tamu disuguhkan pameran atau exhibition oleh BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat dan berbagai perusahaan yang bergerak dalam bidang digital. Berbagai inovasi digital dan produk binaan akan dipamerkan dalam booth ini. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus