Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jumlah pengangguran di Jabar menurun

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35020.jpg

    BANDUNG - Jumlah angkatan kerja di Jawa Barat pada Agustus 2019 mencapai sebanyak 23,80 juta orang, naik 1,17 juta orang dibanding Agustus 2018. Sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang juga meningkat sebesar 2,15 persen poin dari 62,92 persen pada Agustus 2018.

    " Dalam setahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka atau TPT turun menjadi 7,99 persen pada Agustus 2019 dari 8,17 pada tahun sebelumnya," ujar Kepala BPS Jawa Barat Dody Herlando. 

    Disisi lain jika dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 14,53 persen.

    Penduduk yang bekerja sebanyak 21,90 juta orang, bertambah 1,12 juta orang dari Agustus 2018. 

    Lapangan usaha yang mengalami peningkatan jumlah penduduk yang bekerja terutama pada Perdagangan sebanyak 0,32 juta orang, Industri Pengolahan sebanyak 0,26 juta orang, dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebanyak 0,24 juta orang. 

    Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada Transportasi dan Pergudangan sebanyak 0,04 juta orang; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib serta Jasa Pendidikan sebanyak 0,03 juta orang.

    Sebanyak 10,99 juta orang (50,18 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir (Agustus 2018-Agustus 2019), pekerja informal naik hingga 1,96 persen poin dari Agustus 2018 yang besarnya 48,22 persen.

    Persentase tertinggi pada Agustus 2019 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 78,02 persen. Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (16,47 persen) dan pekerja setengah penganggur (5,51 persen). Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus