Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inilah 7 Resolusi World Zakat Forum 2019 di Bandung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35026.jpg

    BANDUNG -  Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang digelar di Crowne Plaza Hotel, Bandung,  (5/11) hingga Rabu (6/11) resmi ditutup. Sebanyak 300 peserta konferensi dari 28 negara sepakat merumuskan 7 resolusi dari tema yang diangkat “Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology”.

    Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF), Prof Bambang Sudibyo mengatakan resolusi ini juga memutuskan untuk mengadakan Konferensi Internasional WZF ke-9 dan Pertemuan Tahunan WZF 2020 di Selangor, Malaysia, dan Lembaga Zakat Selangor sebagai penyelenggara utamanya. 

    Agenda untuk Pertemuan Tahunan 2020 akan mencakup diskusi tentang Petunjuk Teknis Pelaporan Keuangan dan Audit Eksternal Zakat, Petunjuk Teknis tentang Pengungkapan dan Transparansi Zakat, dan diskusi tentang Indeks Kesejahteraan Zakat.

    “Juga diputuskan untuk mengadakan Konferensi Internasional WZF ke-10 dan Pertemuan Tahunan 2021 di kota London, Inggris, yang akan  diselenggarakan oleh National Zakat Foundation (NZF) Worldwide,” katanya Rabu petang.

    Adapun 7 Resolusi WZF 2019:

    1. Tumbuhnya peran teknologi digital harus dioptimalkan untuk kepentingan pengembangan zakat global, terutama dalam meningkatkan kesadaran umat Islam dalam memenuhi kewajiban zakat mereka.

    2. Penggunaan platform digital dalam manajemen zakat harus ditingkatkan, WZF mengajak semua anggota WZF untuk mengadopsi teknologi saat ini sebagai bagian dari manajemen zakat mereka, terutama untuk promosi, perhitungan, pengumpulan, dan distribusi dana zakat di masing-masing anggota negara WZF.

    3. Relevansi teknologi “blockchain” dengan manajemen zakat telah banyak dibahas. Karenanya, WZF menyarankan semua anggota WZF untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi pengelolaan zakat dengan teknologi “blockchain”.

    4. Pemanfaatan teknologi digital menimbulkan risiko spesifik. Kehadiran Petunjuk Teknis (Technical Notes) tentang Manajemen Risiko Organisasi Zakat diharapkan memainkan peran penting sebagai pedoman untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi dari praktik manajemen zakat termasuk penggunaan teknologi digital. Karenanya, semua negara anggota WZF didorong untuk mengadopsi petunjuk teknis ini.

    5. Semua anggota WZF didorong untuk mengadopsi Petunjuk Teknis tentang Good Amil Governance sebagaimana diwujudkan dalam “Zakat Core Principle” untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

    6. WZF mengajak semua anggota untuk memperkuat kolaborasi mereka dengan UNICEF dan UNDP sebagaimana telah disepakati dalam MoU untuk memenuhi persyaratan SDGs.

    7. WZF menunjukkan perhatiannya atas keterlibatan beberapa lembaga multilateral dalam pengumpulan dan distribusi zakat, khususnya yang terkait dengan kepatuhan terhadap syariah dan peraturan nasional. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus