Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perlu Peningkatan Digital Talent Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35125.jpg

    BANDUNG - Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai USD 130 Miliar pada 2025 mendatang. Meski terbilang tinggi namun jumlah digital talent (talenta digital) tanah air masih minim. 

    Demikian diungkapkan Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika RI (Menkominfo) Rudiantara saat memberikan Kuliah Umum bertema "Teknologi Digital Masa Kini dan Masa Depan," yang diprakarsai BCA di kampus ITB, Kota Bandung, Senin (11/11)

    Rudiantara menilai ke depan Indonesia masih tetap mengandalkan masyrakatat yang ahli dalam bidang teknologi digital sehingga besarnya potensi ekonomi digital diambil oleh unicorn asing terutama untuk senior scientist yang dari India dan Tiongkok.

    "Kita memang memiliki potensi digital ekonomi yamg besar tapi sumber daya manusianya kurang maka banyak yang diambil oleh unicorn,"katanya

    Meskipun begitu, kata Rudiantara, pemerintah secara masif harus mengembangkan digital talent. Hal itu selaras dengan program pemerintah yang akan menciptakan sekitar 24 ribu digital talent baru.

    "Banyak Kementerian yang membuat program talenta digital,"ujarnya 

    Dia mencontohkan sejak 2018 Kominfo sudah mengembangkan sekitar 25 ribu digital talent. Kominfo juga bekerja sama dengan kementerian lain dalam mewujudkan hal tersebut. 

    "Siapa pun boleh menciptakan itu. Tidak boleh ada ego sektoral,"tegasnya. 

    Senada dengan, Senior Vice President BCA, Setiawan Wijono mengungkapkan bahwa pihaknya menganggap serius kondisi tersebut. Maka, secara internal terus mengembangkan kemampuan SDM-nya. 

    Sedangkan, dalam pengembangan aplikasi, BCA memastikan bahwa ke depan berbagai transaksi akan melalui proses digitalisasi. Dia mencontohkan  trend penggunaan aplikasi mobile BCA meningkat tajam. Bahkan, saat ini hanya 1,8 persen saja nasabah yang masih bertransaksi dengan datang langsung ke kantor cabang. 

    "Kalau kita lihat, secara fisik di perbankan nasabah yang datang ke bank sudah lebih berkurang dibanding mereka yang bertansaksi di digital," ungkapnya 

    Ke depan, lanjut Setiawan, BCA akan meningkatkan fitur aplikasi BCA mengingat sampai saat ini hanya sebatas melayani beberapa transaksi saja. 

    "Sekarang kan, mobile BCA hanya bisa transfer maka ke depan akan bisa blokir kartu via digital tentu ke depan akan ditambah terus fiturnya,"imbuhnya 

    Disinggung kebutuhan SDM untuk memenuhi dunia industri perbankan, Ia menyebutkan bahwa para lululusan perguruan tinggi harus melek teknologi. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan perbankan akan menutup jaringan konvesionalnya karena para nasabah sudah menggunakan teknologi digital. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus