Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Laga Persib VS Arema Dikawal Polda Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35147.jpg

    BANDUNG - Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi menyebutkan pihaknya beserta Polres Bandung dan Jajaran dibantu Unsur TNI serta instansi terkait lainnya, siap mengamankan jalannya Pertandingan Sepak Bola Shopee Liga 1 – 2019 antara Persib Bandung melawan Arema FC yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, pada Selasa, (12/11/2019) dengan Kick Off pada pukul  15.30 WIB.

    Dalam pengamanan laga Persib di Kandang, Polda Jabar akan mengutamakan tindakan preemtif dan preventif, serta tindakan penegakan hukum guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.

    "Personel yang mengamankan sejumlah 1.934 orang, yang berasal dari Personel Polda Jabar, Personel Polres Bandung, Personel Brimob, Personel TNI, Personel Damkar, Personel Kesehatan dan Personel Satpol PP,"jelasnya

    Laga Persib kali ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jawa Barat, terutama para pecinta Persib, seperti Bobotoh, Viking, Bomber yang sudah membuat pernyataan sikap “siap mendukung keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung”

    Polda Jabar juga menghimbau agar seluruh pecinta Persib memperlihatkan sikap “santun dilembur” dan menjadi tuan rumah yang baik dengan menjunjung tinggi sportifitas. "Santun di lembur dan menghormati tamu adalah ciri khas masyarakat Sunda Jawa Barat melekat di Bobotoh, Bomber dan Viking pula,"imbuhnya

    Mengenai kapasitas stadion yang terbatas, kata Kapolda Jabar, bagi para pecinta Persib yang tidak memiliki tiket untuk menyaksikan pertandingan secara langsung, dipersilahkan untuk melaksanakan giat Nobar atau nonton bareng di wilayahnya masing-masing.

    "Kepada seluruh pecinta Persib, tidak dibenarkan melakukan aksi-aksi yang sifatnya dapat merugikan pertandingan atau mengurangi sportifitas, seperti melakukan aksi-aksi vandalism atau menggelar spanduk-spanduk yang provokatif dan bersifat sara,"tutupnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus