Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kualitas SDM Rendah Hambat Perkembangan Industri di Era Industri 4.0

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35234.jpg

    BANDUNG,- Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik menjadi faktor penentu perkembangan industri 4.0. Pasalnya, jika kualitas SDM kurang optimal maka akan menghambat pertumbuhan digital ekonomi di tanah air. 

    "Manusia atau orang merupakan pelaku/Aktor utama dalam penerapan industri 4.0,"kata Ketua Ikatan Alumni Alumni Ikatan Sains dan Manajemen (IASM) ITB, Dr.rer.pol. Acmad Fajar Hendarman, S.T., M.S.M ketika ditemui disela kegiatan seminar, workshop dan call for book contributor di Auditorium Nemangkawi lt 6 Labtek XIV SBM ITB, jl Ganesha, Kota Bandung, Jumat (14/11/2019)

    Menurut Fajar- sapaan Ketua IASM ITB dalam pengembangan SDM yang perlu ditingkatkan, pengetahuan, skills yakni hard skills maupun soft skills termasuk atitude (sikap) dalam menerapkan teknologi.

    "Bayangkan Indonesia ada 18 jenis industri dengan perbedaan budaya, wilayah. Bahkan, ada jutaan bisnis UMKM maupun industri besar yang menghadapi berbagai tantangan,"ungkap Fajar

    Meskipun, digital ekonomi identik dengan digitalisasi namun sumber daya manusia ,atau bisa disebut dengan peran baru modal insani, yang mengendalikan sistem. "Manusia itu modal utamanya,"tegas Fajar.

    Dia mengaku selama ini, tantangan yang paling utama yaitu belum memiliki model yang terintegtasi. Misalnya antara dunia pendidikan dan industri kurang bersinergi dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. Untuk itu, dibutuhkan kurikulum yang tepat sehingga kebutuhan tenaga kerja industri bisa terpenuhi oleh instansi pendidikan.  

    "Ke depan harus berkolaborasi secara masif antara pendidikan, industri, pemerintah dan komunitas,"ucap Fajar

    Menanggapi kondisi tersebut, Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) sedang mempersiapkan berbagai pola pengajaran seperti peningkatan pemahaman tentang artificial intelegent, big data analysis, termasuk soft skill seperti kemampuan menyesuaikan diri, pantang menyerah dan mau belajar. 

    Dia mengakui SBM ITB dinilai masih perlu meningkatkan pengetahuan dan hard skills terkait industri 4.0. Bahkan, pihaknya memiliki program pendidikan untuk para tenaga kependidikannya. 

    "Diharapkan seminar ini berdampak bagi diri sendiri dan dengan industri kita bisa saling sharing,"ungkap Fajar

    Kegiatan yang diprakarsai IASM ITB ini ditujukan bagi kalangan mahasiswa, dosen, alumni Jerman, professional, industri, dan pemerintah.

    Event ini juga diisi dengan diskusi yang terbagi ke dalam dua panel ini pun menghadirkan beberapa nara sumber meliputi Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA.

    Sementara itu, pada kesempatan yang sama, dilakukan peluncuran buku berjudul Manajemen Modal Insani Kontemporer karya Dr. rer. pol Achmad Fajar Hendarman dari SBM-ITB. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus